Kamis, 29 Februari 2024

Jawaban Menohok Sandiaga Uno Ditanya jika Takjadi Cawapres Ganjar

Ali Muntoha
Jumat, 18 Agustus 2023 06:17:00
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis (27/4/2023). (Pemprov Jateng)

Murianews, Jakarta – Siapa bakal cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 mendatang masih tertutup rapat. Sejumlah nama yang digadang-gadang beredar, termasuk Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno yang kini mengemban jabatan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) PPP didorong agar bisa menjadi bakal cawapres mendampingi Ganjar Pranowo yang diusung PDIP. Namun hingga kini belum ada kejelasan.

PDIP bahkan mengeluarkan sinyal mempersilahkan PPP mempertimbangkan ulang kerja sama politik dengan PDIP jika Sandiaga Uno tak terpilih jadi bakal cawapres.

Saat ditanya sikapnya jika tak terpilih sebagai bakal awapres Ganjar, Sandiaga Uno memberikan jawab yang cukup menohok.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menyebut jika diring justru kini berpikir sebaliknya. Sandiaga Uno berpikir keras apa yang akan dilakukannya jika justru jadi bakal cawapres Ganjar Pranowo.

”Saya justru lagi berpikir keras gimana kalau terpilih. Tugasnya sangat berat," ujar Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/8/2023) dikutip dari Kompas.com.

Ia menegaskan jika saat ini ia menyatakan akan fokus menjalankan tugasnya untuk memenangkan PPP dalam pemilu.

Jawaban ini pula yang disampaiakan Sandiaga Uno ketika ditanya apakah partainya tetap akan bekerja sama dengan PDIP jika tak jadi cawapres Ganjar Pranowo.

”Saya istiqomah, saya hanya satu plan saja untuk sebagai ketua Bappilu nasional (PPP) untuk memenangkan pilpres (pemilihan presiden), pileg dan pilkada," ujarnya

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah memang mengeluarkan pernyatakan jika mempersilakan PPP jika akan mempertimbangkan ulang untuk bekerja sama politik dengan PDIP bila Sandiaga Uno dipilih asebagai bakal cawapres Ganjar.

”Lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Harus kesukarelaan tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya," tegas Basarah 14 Agustus 2023.

Komentar