Rabu, 28 Februari 2024

Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Sabu 10 Kg di Aceh

Ali Muntoha
Selasa, 12 September 2023 16:40:00
Polisi menunjukkan barang bukti paket sabu dan foto pelaku yang masuk DPO. (Istimewa/Polresta Banda Aceh)

Murianews, Aceh – Penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 10 kg berhasil digagalkan petugas Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh. Sabu itu diselundupkan dengan modus toko kopi Aceh.

Dari penemuan itu, polisi berhasil melacak pelaku. Pelaku bernama Eriandi (37) mengedarkan sabu dengan modus jualan kopi aceh. Ia membuka toko online bernama Penikmat Kopi Aceh untuk melancarkan aksinya.

Polisi kini tengah memburunya dan memasukkanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli mengatakan, penggagalan penyelundupan sabu seberat 10 kg itu dilakukan petugas Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh pada Sabtu (24/6/2023) lalu.

”Kasus ini terungkap setelah petugas Avsec Bandara Sultan Iskandar Muda curiga dengan satu paket yang dikirim lewat jasa ekspedisi pada 24 Juni silam. Ketika dilakukan X-Ray paket tersebut mencurigakan sehingga diperiksa secara manual dan ditemukan 10 bal diduga sabu atau seberat 10,43 kilogram,” katanya dikutip Murianews.com dari Humas Polri, Selasa (12/9/2023).

Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi dan dilakukan penyelidikan. dari hasil pemeriksaan diketahui jika pelaku telah mencoba 11 kali menyelundupkan sabu ke luar Aceh.

Namun enam kali pengiriman dibatalkan oleh aplikasi sementara lima kali berhasil lewat Olshop dengan toko Penjual Kopi Online.

Diduga pelaku mengirimkan sabu seberat 10,43 kilogram ke luar Aceh lewat jasa ekspedisi di Kabupaten Bireuen.

Menurut Fahmi, pelaku merupakan pengedar sabu lintas provinsi dengan tujuan pengiriman ke Sumatera Utara, Jakarta hingga Jawa Barat.

Polisi saat ini masih memburu pelaku. Kapolresta Banda Aceh meminta masyarakat yang melihat pelaku agar melapor ke polisi atau WhatsApp Polisi Curhat.

Kapolresta Banda Aceh mengimbau penyedia jasa pengiriman barang agar lebih hati-hati menerima paket barang untuk dikirimkan.

”Ini tren yang berkembang akhir-akhir ini. Maka kami meminta agar jasa pengiriman barang untuk meminta konsumen meninggalkan KTP, sehingga (jika ada kejadian serupa) mudah dilacak,” ujarnya.

Komentar