Rabu, 28 Februari 2024

Geger soal Virus Nipah di India, Begini Penularannya

Ali Muntoha
Senin, 18 September 2023 07:41:00
Ilustrasi virus. (Freepik)

Murianews, Jakarta – Wabah virus nipah kini tengah menjadi pembicaraan, setelah dua orang warga India meninggal akibat penyakit itu. Terlebih angka kematian akibat virus nipah ini disebut jauh lebih tinggi ketimbang Covid-19.

Hindustan Times melaporkan Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis India (ICMR) Rajeev Bahl menyebut jika tingkat kematian akibat virus nipah bisa mencapai 40-70 persen. Sementara Covid-19 hanya 2-3 persen.

Penyebaran virus nipah di India diduga dari kelelawar, terutama wabah di wilayah Kerala India.

Pemerintah India kini tengah melakukan berbagai upaya agar penyebaran virus nipah terhenti. Salah satunya dengan membeli antibodi monokla dari Australia.

Lau apakah virus nipah merupakan penyakit baru?

Di India, wabah virus nipah bukan kali pertama menyebar, sejak 2018 setidaknya sudah empat kali terjadi penyebaran di India.

Dikutip Murianews.com dari laman Kemenkes, Senin (18/9/2023). penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura.

Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian (CFR: 38,41%).

Virus nipah dikategorikan sebagai penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

”Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Ptepodidae sebagai host alamiahnya,” tulis Kemenkes.

 

Komentar