Senin, 4 Maret 2024

Kirab Jenang Tebokan Digelar Warga Kaliputu Kudus

Anggara Jiwandhana
Rabu, 19 Juli 2023 18:33:00
Kirab Jenang Tebokan Kudus (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus –Kirab Jenang Tebokan, digelar warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/7/2023) sore. Tradisi turun temurun ini mereka lakukan untuk merayakan Tahun Baru Islam.

Tebokan sendiri, berasal dari kata tebok yang berarti nampan untuk tempat meletakkan jenang-jenang yang akan dikirab. Sementara jenang sendiri diketahui merupakan makanan khas Kota Kretek yang melegenda.

Di Desa Kaliputu sendiri, ada banyak sekali perajin jenang. Mereka membuat jenang tebokan secara turun temurun.

Kirab Jenang Tebokan, acaranya cukup sederhana. Ratusan peserta mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa membawa tebokan berisi jenang dan penganan-penganan lainnya.

Untuk tahun ini, Kirab Jenang Tebokan rutenya bisa dikatakan cukup panjang. Mulai dari Jalan Sosrokartono, kemudian mengitari desa hingga akhirnya sampai di Balai Desa.

Dalam Kirab Jenang Tebokan tahun ini ada lima gunungan jenang yang diarak. Semuanya merupakan buatan dari masyarakat Desa Kaliputu sendiri.

Kepala Desa Kaliputu Kudus Widiyo Pramono menyampaikan, tradisi Kirab Jenang Tebokan merupakan simbol untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas keberkahan selama setahun ke belakang. Utamanya pada usaha jenang yang dijalankan para warganya.

”Dulu tebokan itu hanya sekedar syukuran saja antarsesama pengusaha jenang, namun sekarang diangkat lebih menarik lagi dan bisa mengangkat wisata di Kudus,” katanya di sela kegiatan.

Dengan adanya Kirab Jenang Tebokan ini juga, dia berharap Jenang Kudus utamanya yang diproduksi di Desa Kaliputu bisa semakin berdaya. Hingga kemudian bisa mengangkat perekonomian warga setempat.

”Tentu ini akan digelar dari tahun ke tahun bila tidak ada halangan,” tandasnya.

Kartika Rina, salah satu penonton Kirab Jenang Tebokan mengaku cukup terhibur dengan adanya pawai-pawai itu. Dia yang rela jauh-jauh dari Kecamatan Mejobo itu hampir tiap tahun melihat acara rutin itu.

”Tahun kemarin lihat, tapi lumayan kurang ramai. Tahun ini lebih ramai lagi, pawainya banyak,” ujar pemudi berusia 16 tahun itu.


Editor: Budi Santoso

Komentar