Jumat, 1 Maret 2024

Tiga Siswi Kudus Ini Ciptakan Alat Pendeteksi Formalin Portabel

Anggara Jiwandhana
Sabtu, 29 Juli 2023 04:43:00
Para siswa saat menunjukkan alat pendeteksi formalin portabel (Murianews/ Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Tiga siswi MA NU Banat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil menciptakan alat pendeteksi formalin dan bakteri pada makanan yang mudah dibawa-bawa alias portabel. Mereka adalah Nayla Hanan Khansa, Nailas Sa'adah dan Najwa Sabrina Alba.

Alat yang dirancang tiga siswi tersebuut dinamai Qufer alias Quality Of Food And Water Detector. Alat inipun tengah dikembangkan lebih lanjut dan sedang dilombakan di ajang Krenova tingkat Jawa Tengah tahun 2023.

Alat ini juga berhasil menyabet medali emas di Asean Innovative Science, Environmental And Enterpreneur Fair (Aiseef) 2023 beberapa waktu lalu.

Dari segi bentuk, alat yang dibuat dari material akrilik ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang cukup ringkas sehingga mudah dibawa kemana-mana. Alat ini, juga terintegrasi pada ponsel pintar dan laptop untuk melihat seberapa besar kandungan formalin dan bakteri yang menempel pada makanan.

Hanya berbekal listrik saja, alat ini sudah bisa dijalankan untuk mengetes apakah ada kandungan formalin ataupun bakteri pada suatu makanan atau tidak.

Ketua kelompok Naila Hanan Khansa menjelaskan, alat yang mereka rancang itu punya dua sensor utama guna mendeteksi kadar formaldehida pada formalin yang ada di manakan dan ammonia pada bakteri yang ada di air.

Adapun cara kerjanya adalah memanaskan bahan makanan yang akan diuji menggunakan lempeng pemanas. Kemudian dari hasil pemanasan tersebut akan muncul kadar formaldehida dan amonianya.

Sensor kemudian mendeteksi dan akan mentransfer data ke sistem adruino yang terkoneksi dengan telepon pintar dan laptop yang sudah terkoneksi wifi.

”Kami merancangnya bersama guru pembimbing kami, kami ingin menghadirkan alat penguji yang portabel dan murah dan bisa dibawa kemana-mana, karena biasanya untuk menguji kualitas pangan hasilnya kan lama,” katanya.

Mereka pun berharap alat ciptaannya bisa diadopsi oleh lembaga-lembaga terkait seperti BPOM hingga lembaga-lembaga penguji kelayakan pangan lainnya.

”Atau juga bisa dibeli oleh para pelaku industri menengah untuk menjamin mutu pangan mereka,” ungkapnya.

Kepala Sekolah MA NU Banat Shohibul Huda mengaku bangga dengan alat hasil ciptaan siswanya itu. Sekolah, sambung dia, akan terus berkomitmen untuk mencetak generasi emas yang berprestasi dengan sejumlah metode. Salah satunya dengan ekstrakurikuler ilmiah.

”Kami akan memberikan penghargaan bagi siswa kami yang berprestasi, kami harap ini bisa memacu semangat mereka,” tandasnya.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar