Kamis, 29 Februari 2024

30 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Kudus, Kerugian Rp 981 Juta

Anggara Jiwandhana
Kamis, 3 Agustus 2023 13:31:00
Peristiwa kebakaran di Kudus beberapa waktu lalu (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Sebanyak 30 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), dalam kurun waktu enam bulan. Dari jumlah peristiwa itu kerugian ditaksir mencapai Rp 981 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Mundir mengungkapkan, untuk kebakaran dengan kerugian materi terbanyak terjadi pada kebakaran di dua kios usaha. Di mana kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.

”Saat itu penyebabnya adalah karena kompor gas yang meledak di salah satu kios rumah makan, api kemudian merambat ke kios di sebelahnya,” ucap Mundir, Kamis (3/8/2023).

Sementara terkait jumlah rincinya, lanjut Mundir, peristiwa kebakaran di bangunan hunian sebanyak 17 kali. Kemudian kebakaran di gudang sebanyak enam kali dan lahan bambu sebanyak satu kali.

Kebakaran juga sempat terjadi di tempat pembuangan sampah (TPS) sebanyak tiga kali, tempat usaha satu kali, kandang satu kali dan warung sebanyak satu kali.

Atas hal inilah Mundir meminta semua masyarakat di Kabupaten Kudus untuk mewaspadai adanya potensi kebakaran di lingkungan sekitarnya. Mulai dari akibat kelalaian manusia ataupun hal nonteknis lainnya.

”Potensi kebakaran di musim kemarau perlu diwaspadai, apalagi yang berkaitan dengan kelalaian saat menyalakan api,” kata Mundir.

Dia juga mengimbau pada masyarakat di Kabupaten Kudus untuk memastikan semua listrik dalam keadaan mati bila tak ada orang di rumah. Hal tersebut bisa mencegah terjadinya arus pendek.

Selain mengecek instalasi listrik, warga juga diharapkan turut mengecek peralatan memasak seperti kompor. Karena dari peristiwa yang sudah-sudah, banyak peristiwa kebakaran yang disebabkan karena lupa mematikan kompor masak hingga sisa bakaran api yang merembet.

”Segala sesuatu yang berkaitan dengan menyalakan api sebaiknya perlu diawasi dan jangan ditinggal,” tandasnya.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar