Kamis, 29 Februari 2024

Petani Kudus Minta Penggelontoran Air Waduk Logung Dipermudah

Anggara Jiwandhana
Jumat, 8 September 2023 13:42:00
Petani di Kudus tengah menyiram tanamannya dengan pupuk (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Musim kemarau membuat kebutuhan irigasi petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), meningkat. Oleh karena itu, banyak dari petani meminta penggelontoran air dari Waduk Logung dipermudah.

Selama ini, air dari Waduk Logung didistribusikan kepada petani di area timur dan barat. Biasanya, akan ada perencanaan terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan penggelontoran.

Namun karena cuaca yang panas dan kebutuhan air meningkat, para petani berharap akses untuk penggelontoran lebih dipermudah lagi.

”Sebenarnya sudah cukup untuk waktu ini, namun jika boleh meminta kami harapkan aksesnya bisa dipermudah,” ucap Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Jumat (8/9/2023).

Adanya Waduk Logung dari segi irigrasi, diakui memang sangat membantu para petani mengairi sawahnya. Sehingga kini, cukup banyak petani yang menggantungkan irigrasinya di air Logung.

”Kalau boleh kami juga meminta untuk dibuatkan sebuah sekretariat, sehingga ketika ada rapat pembagian air kami punya tempat yang tetap,” tuturnya.

Diketahui, ribuan hektar areal persawahan di Kecamatan Jekulo dan Mejobo di Kabupaten Kudus mulai merasakan dampak positif adanya Bendungan Logung Kudus. Peningkatan produktifitas pun mulai dirasakan di sejumlah titik.

Ada 500-an hektar area persawahan yang kini bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun semenjak adanya Waduk Logung. Padahal sebelumnya, mereka hanya bisa menanam padi sebanyak dua kali masa tanam saja.

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah ada sebanyak  3.800 hektare area persawahan yang telah diairi dengan menggunakan cadangan air Logung. Sementara target luasan lahan yang bisa diairi adalah sebesar 5.800 hektare.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar