Kamis, 29 Februari 2024

Distribusi Beras Bulog Belum Mampu Tekan Harga di Kudus

Anggara Jiwandhana
Selasa, 3 Oktober 2023 14:51:00
Pedagang beras di Pasar Baru Kudus saat melayani pembelian konsumen. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menemukan kondisi di mana harga beras di pasar-pasar tradisional di Kota Kretek terus mengalami lonjakan. Bahkan, intervensi distribusi beras dari Bulog juga belum mampu menekan harga di pasaran.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sancaka Dwi Supani, Selasa (3/10/2023)saat  melakukan pantauan harga beras di Pasar Baru Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota.

”Bulog kemarin kan tujuannya mengantisipasi dan mengatasi harga agar turun, namun yang terjadi masih tinggi ini,” kata Sancaka.

Atas temuan ini, Sancaka akan mencari tahu penyebabnya. Kemudian hasilnya akan diberikan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai laporan rutin.

”Kami akan coba koordinasikan, kami bicarakan dengan TPID, hal yang kami temui dilapangan akan kami laporkan,” tandasnya.

Salah satu pedagang beras Pasar Baru, Sholikatun mengatakan jika beberapa pekan ini harga beras terus mengalami kenaikan. Bahkan untuk beras premium harga jual di tingkat pedagang bisa mencapai Rp 13.500 per kilogram. Sementara ketika dijual ke konsumen bisa mencapai Rp 14.500.

Sedangkan untuk harga jual beras medium ada di kisaran Rp 12.000 per kilogram. Sehingga ketika dijual lagi ke konsumen bisa mencpai Rp 13.000 per kilogram.

”Kemarin katanya ada beras Bulog itu juga sama saja, tidak ada malah tambah naik,” katanya.

Dia pun berharap pemerintah bisa segera menyetabilkan harga beras. Sehingga masyarakat juga bisa kembali meningkaykan daya belinya.

”Kalau harapannya ya harga jual beras bisa turun lagi, masyarakat juga tidak tercekik, daya beli juga tinggi lagi,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar