Rabu, 21 Februari 2024

Perusahaan Transportasi di Kudus Kena Imbas Banjir Demak

Anggara Jiwandhana
Senin, 12 Februari 2024 15:38:00
Sejumlah kendaraan melintas di pantura Kudus-Semarang di tengah kepungan banjir. (Murianews/Vega Maarijil Ula)

Murianews, Kudus – Banyak perusahaan transportasi umum khususnya bus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terkena imbas akibat banjir Demak yang kini tengah terjadi.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kudus sendiri mencatat tidak optimalnya omzet yang masuk saat libur panjang tahun baru Imlek di akhir pekan kemarin.

”Sebenarnya kemarin itu potensi dapat omzet yang tinggi untuk perusahaan otobus, namun karena cuaca dan banjir itu ya, jadi kami mencatat tidak ada perubahan yang signifikan. Naik enggak, turun ya relatif,” kata Ketua DPC Organda Kudus Mahmudun pada Murianews.com, Senin (12/2/2024).

Selain tidak optimalnya pendapatan, membuat perusahaan bus harus mengeluarkan biaya ekstra untuk operasionalnya. Maklum saja memang perusahaan bus harus berjalan memutar Demak untuk bisa sampai Semarang.

”Ya mau bagaimana lagi, kami hanya mengimbau jika memang perlu dinaikkan harga tiketnya ya jangan terlalu tinggi,” sambung tambahnya.

Mahmudun pun berharap banjir di Demak tersebut bisa mendapat solusi terbaik. Sehingga perekonomian bisa lebih lancar lagi dan aktifitas warga juga bisa normal kembali.

”Kalau soal keuntungan nantilah pasti ada gantinya, yang penting kami berharap pemerintah punya solusi bagi bencana tersebut, sehingga masyarakat bisa beraktifitas dengan normal,” ungkapnya.

Hingga Senin awal pekan ini, Banjir Demak di Kecamatan Karangrayung tak kunjung surut. Jumlah pengungsi korban banjir pun meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Senin (12/2/2024), jumlah pengungsi korban banjir telah mencapai 3.133 jiwa.

Sementara bencana banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak terjadi sejak Kamis (8/2/2024) pagi. Jebolnya Tanggul Sungai Wulan menjadi penyebab banjir di sana.

Banjir Demak menenggelamkan Jalan Pantura Kudus-Semarang di wilayah Karanganyar. Kedalaman banjir diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Arus lalu lintas pun dialihkan ke Simpang Tiga Trengguli-Mijen-Welahan (Jepara)-Simpang Tiga Gotri (Jepara)-Kudus untuk kendaraan besar dan Wonosalam-Dempet-Godong-Klambu-Kudus untuk kendaraan kecil. Jumlah pengungsi juga mencapai ribuan orang.

Editor: Supriyadi

Komentar