Jumat, 23 Februari 2024

Endemi, Penanganan Kasus Covid-19 Kini Tak Gratis

Budi Santoso
Kamis, 22 Juni 2023 10:06:29
Presiden RI Joko Widodo. (Setkab)
Murianews, Jakarta - Setelah Pemerintah mencabut dicabut status pendemi Covid -19, masyarakat Indonesia juga harus bersiap menanggung kosekuensinya. Penanganan kasus Covid-19 kini menjadi tidak gratis. Masyarakat harus bersiap-siap terkait terkait dengan masalah penanganan covid -19. Jika sebelumnya fasilitas kesehatan diberikan gratis untuk kasus Covid-19, maka kini masyarakat harus menanggung sendiri biayanya. Selain itu, pemberian vaksin Covid-19 juga tidak gratis lagi. Usai memasuki masa endemi, ada beberapa fasilitas kesehatan yang dulunya gratis kini berbayar. Diantaranya adalah biaya vaksin dan perawatan covid. Presiden Joko Widodo telah mengumumkan status pandemi menjadi endemi Covid -19 melalui kanal You-tube Sekretariat Negara, Rabu (21/6/2023) . Dengan demikian, pemerintah tidak lagi menanggung biaya penanganan pasien Covid-19. Hal ini seiring dengan berubahnya status pandemi menjadi endemi. Pemberian vaksin covid -19 akan berubah skema pelayanannya. Jika sebelumnya dilakukan secara gratis, maka setelah endemi akan berubah menjadi skema pelayanan normal untuk penyakit menular biasa. Sejak Rabu (21/6/2023) Presiden RI Joko Widodo menyatakan Indonesia sudah masuk ke fase endemi, Covid -19. Beberapa alasan disampaikan Jokowi mengapa Indonesia mencabut status Pandemi Covid -19. Jokowi menyatakan telah mempertimbangkan keputusan mencabut status pandemi Covid-19 ini. Diantaranya adalah setelah mempertimbangkan konfirmasi harian kasus Covid-19 yang mulai mendekati nihil. "Sejak hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut status pandemi, dan kita mulai masuk ke endemi," kata Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/6/2023). BACA JUGA: Jokowi Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19 Masyarakat Indonesia saat ini telah memiliki kekebalan yang mencukupi. Dalam hal ini masyarakat dianggap telah memiliki antibodi covid-19, sehingga jumlah kasus Covid-19 per hari pun sudah rendah, bahkan mendekati nihil. "Sero survei menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19," tambah Jokowi seperti disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/6/2023). Sementara itu, dari data Satgas Covid -19 per Kamis (22/6/2023), konfirmasi positif Covid-19 bertambah 114 kasus. Dengan demikian, sejak Maret 2020 lalu, total kasus virus corona di Indonesia menjadi 6.811.444. Kemudian, total kasus aktif Covid-19 atau pasien yang tengah dalam perawatan atau isolasi mandiri sebanyak 9.375 orang atau turun 105 dari hari sebelumnya. Kasus suspek sekitar 1.080 orang Disisi lain, untuk angka kesembuhan pasien bertambah 214 orang per Kamis (22/6/2023). Sehingga dengan demikian secara total ada 6.640.216 orang yang sembuh. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 5 orang, menjadi 161.853 orang.

Baca Juga

Komentar