Senin, 4 Maret 2024

BMKG Pastikan Indonesia Tak Alami Gelombang Panas Seperti India dan Thailand

Cholis Anwar
Kamis, 27 April 2023 09:57:24
Ilustrasi gelombang panas (Freepik)
Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan jika suhu panas yang terjadi di Indonesia belakangan terakhir, tidak seperti gelombang panas yang terjadi di India dan Thailand. Terlebih akibat gelombang panas di India tersebut telah menewaskan ribuan warga. Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, suhu panas yang terjadi saat ini karena Indonesia dikelilingi oleh lautan besar. Sehingga Indonesia tidak akan terjadi gelombang panas tersebut. Selain itu, di Indonesia masih ada hujan yanh mendinginkan suhu saat malam hari setelah hujan. BacaSuhu Panas di Indonesia Meningkat, Luhut: Dampak El Nino Dia juga mengatakan jika gelombang panas yang paling tinggi adalah terjadi di Bangladesh yang mencapai hingga 51,2 derajat. Kemudian disusul dengan Thailand dengan suhu 44,6 derajat. ”Yang terjadi di Indonesia itu suhu panas yang tidak menyengat seperti di India,” kata Ardhadena mengutip CNNIndonesia.com, Kamis (27/4/2023). Menurutnya, penyebab suhu panas di Indonesia karena adanya dinamika atmosfer yang tidak biasa seperti gerakan semu matahari. Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa meski pun suhu di Indonesia meningkat, namun tidak sampai menyebabkan gelombang panas. ”Karena kita di wilayah tropis, maka sepanjang tahun memang suhu rata-rata tinggi. Belakangan terjadi peningkatan suhu karena posisi gerak semu matahari,” jelasnya. Menurut Ardhasena, suhu tertinggi di Indonesia hanya berkisar 36-37 derajat celsius dan sudah terjadi di beberapa wilayah. Misalnya Ciputat, pada 17 April 2023 mencapai suhu 37,2 derajat celsius. BacaWaspada Gelombang Panas, Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kulit Sampai saat ini, BMKG juga belum menemukan ada pergerakan suhu lebih tinggi dari 37 derajat celsius tersebut dan memang diperkirakan akan terus turun. ”Jadi (Indonesia) masih jauh lebih rendah daripada di India dan Bangladesh, Thailand,” ucap Ardhasena.

Baca Juga

Komentar