Rabu, 28 Februari 2024

Wakil Ketua DPR Kritik Insentif Kendaraan Listrik

Cholis Anwar
Rabu, 17 Mei 2023 12:00:07
Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel (Kompas.com)
Murianews, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan insentif pembelian kendaraan listrik. Menurutnya, insentif itu akan lebih baik apabila diberikan langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti di kalangan petani atau nelayan. Gobel juga mengatakan jika insentif pembelian mobil listrik diperkirakan akan lebih banyak dinikmati orang-orang kalangan menengah ke atas. Terlebih selama ini konsumen mobil listrik didominasi kalangan ekonomi mampu. ”Subsidi untuk yang papa, bukan untuk yang berdaya. Mari kita gunakan akal sehat dan nurani kita dalam bernegara. Mana yang lebih prioritas dan urgent, membangun pertanian dengan menyubsidi petani dan pertanian atau menyubsidi mobil listrik dan pengusaha kaya,” kata Gobel dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (17/5/2023). Baca: Kemenkeu Anggarkan Pembelian Kendaraan Listrik untuk PNS pada 2024 Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus membangun pemerataan ekonomi, menanggulangi kemiskinan serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan pangan dibanding menggelontorkan subsidi untuk kendaraan listrik. Ia mengatakan sektor-sektor tersebut seharusnya mendapat gelontoran subsidi lebih dari pemerintah karena mereka lah yang sebenarnya paling berhak dibantu. Gobel mengatakan pembelian mobil listrik saat ini sudah harus antre berbulan-bulan. Artinya, kata Gobel, tidak ada masalah permintaan, sehingga tak perlu sampai dibantu dengan subsidi mobil listrik. Baca: Kendaraan Listrik Dikritik Anies, Luhut Beri Jawaban Menohok Maka dari itu, tegasnya, pemerintah tak seharusnya turun tangan dengan memberikan subsidi kendaraan listrik. Sebaiknya pemerintah turun tangan dalam mengurangi kemiskinan serta menguatkan pertanian dan perikanan. ”Mari kita efektifkan dana negara untuk hal-hal yang prioritas dan mendesak. Keberpihakan kita harus jelas untuk siapa dan kepada siapa,” tandas mantan Menteri Perdagangan tersebut.

Baca Juga

Komentar