Kamis, 29 Februari 2024

KSP Tanggapi Curhatan Hasto yang Sebut Jokowi Tinggalkan PDIP  

Cholis Anwar
Senin, 30 Oktober 2023 12:23:00
Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo menggandeng Megawati Soekarno Putri di sela Rakernas PDIP, Jumat (29/9/2023). (X/@ganjarpranowo)

Murianews, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin melontarkan kritik terhadap pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang merasa terluka dan sedih karena partainya ditinggal oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.

Ali Ngabalin menganggap pernyataan Hasto tidak etis. Dia juga menegaskan, dalam periode kedua pemerintahan Jokowi, Presiden telah menjalankan rekonsiliasi dengan hampir semua partai politik, termasuk Partai Gerindra dan Prabowo Subianto, yang sebelumnya menjadi rival Jokowi dalam dua pemilihan presiden sebelumnya.

Ali Ngabalin menyarankan agar perdebatan politik berjalan dengan sikap yang lebih dewasa dan beradab.

”Enggak usah marah-marah, sinisme, enggak usah ada kata-kata yang tak lazim keluar. Mari kita lihat dalam dunia politik, sebagai orang yang punya peradaban, punya kedewasaan berpikir dan bersikap. Kalau Hasto menilai Jokowi itu (meninggalkan) itu tak etis dan tak terlalu lazim memberikan penilaian yang vulgar itu,” ungkap Ngabalin mengutip Vivanews.com, Senin (30/10/2023).

Pihaknya juga menekankan jika Presiden Jokowi telah secara berulang kali menyatakan bahwa urusan pencapresan merupakan urusan partai politik. Dia meyakini bahwa Hasto Kristiyanto juga mengetahui pernyataan tersebut.

”Hasto tahu bahwa yang mencalonkan presiden dan wapres adalah partai politik atau gabungan partai politik. (Jadi), ada masalah apa Hasto memberikan penilaian itu kepada Jokowi,” ungkap Ali Ngabalin.

Komentar