Rabu, 28 Februari 2024

Curhat ke Gus Mus, Omi Komariah Khawatir Soal Nepotisme Kekuasaan

Cholis Anwar
Minggu, 12 November 2023 10:31:00
Istri Almarhum Inteleksual Nurcholis Madjid atau Cak Nur, Omi Komariah Madjid (Murianews/ Tangkapan Layar)

Murianews, Rembang – Istri intelektual muslim almarhum Nurcholis Madjid atau Cak Nur, Omi Komariah datang ke Rembang bersama dengan para tokoh nasional lain. Mereka mengunjungi rumah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Kelurahan Leteh, Kebupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), untuk membahas tentang persoalan bangsa saat ini.  

Omi dalam konferensi pers usai bertemu Gus Mus bercerita jika dirinya telah curhat kepada Gus Mus terkait kondisi pemimpin saat ini yang justru semakin tidak terkontrol. Bahkan Omi menyebut jika praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sudah semakin menggurita.

”Saya curhat kepada Gus Mus, karena saya merasa sakit, sesal dan marah. Itu semua karena dipicu oleh suatu kenyataan bahwa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), yang kita perjuangkan pada reformasi 1998 dan itu merupakan tujuan utama untuk kelangsungan negara kita, tidak ditunaikan secara sungguh-sungguh. KKN justru semakin menggurita dalam pelaksanaan penyelenggaraan negara,” kata Omi, Minggu (12/11/2023).

Dia menganalogikan bahwa negara adalah sebagai sebuah wadah atau tempat untuk mengabdi kepada rakyat.

”Tetapi itu semua sudah tidak ada rasanya. Justru negara sudah diselewengkan jauh, sebagai ajang KKN,” terang Omi.

Omi kemudian menyinggung masalah nepotisme kekuasaan yang belakangan dipertontonkan dengan rasa tidak bersalah.

”Sangat memperihatinkan sekali, bahkan nepotisme kekuasaan, Anda lihat sendiri, dipertontonkan kepada kita semua secara terbuka tanpa rasa malu dan salah sama sekali. Itu yang tadi saya menangis ke Gus Mus,” ungkapnya.  

Setelah itu, Omi kemudian mengenang kembali masa-masa pada saat dirinya masih bersama dengan Cak Nur. Saat itu, Cak Nur berpesan kepada dirinya jika dalam membangun negara, rakyat tidak boleh berhenti bersuara.

”Tapi saya juga ingat Cak nur bahwa kita tidak boleh berhenti menyerah, kita harus terus bersuara. Saya masih menaruh harapan dan optimisme kepada teman-teman, kepada rakyat Indonesia. Marilah kita bersuara untuk mengawal kemajuan masyarakat Indonesia mencapai tujuannya sebagaimana telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa,” tegasnya.

Komentar