Jumat, 23 Februari 2024

Angka Perkawinan Anak Ditarget Turun 8,74 Persen 2024

Cholis Anwar
Senin, 20 November 2023 09:57:00
Ilustrasi Perkawinan Anak (Freepik)

Murianews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan target penurunan angka perkawinan anak hingga 8,74 persen pada 2024 dan 6,94 persen pada 2030.

Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Agus Suryo Suripto, menyampaikan hal ini sebagai upaya untuk mengatasi masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak.

”Kami targetkan angka kawin anak turun hingga 8,74 persen pada 2024 dan 6,94 persen pada 2030,” ucap Agus Suryo Suripto mengutip laman resmi Kemenag, Senin (20/11/2023).

Guna mencapai target tersebut, Kemenag mengimplementasikan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman pendidikan keluarga kepada remaja sebagai langkah preventif.

”Program BRUS ini merupakan tindakan kecil, namun kami harapkan akan berdampak besar bagi kemajuan bangsa. Tindakan kecil untuk dampak yang besar, kontribusi penting bagi kemajuan Indonesia,” jelas Agus.

Suryo menekankan, perkawinan anak dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk stunting, putus sekolah, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, Program BRUS juga bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya menunda usia pernikahan dan menjaga kesehatan reproduksi.

”BRS juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keluarga sakinah,” tambahnya.

Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), angka perkawinan anak di Indonesia mencapai 1,2 juta kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 11,21 persen perempuan usia 20-24 tahun menikah sebelum usia 18 tahun.

Komentar