Jumat, 23 Februari 2024

Mbah Harun, Jemaah Haji Tertua Berusia 119 Tahun asal Madura Tiba di Madinah

Dani Agus
Sabtu, 27 Mei 2023 07:35:01
Foto: Harun bin Senar (119 tahun), jemaah haji tertua Indonesia telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (26/5/2023) dini hari. (kemenag)
Murianews, Madinah – Pemerintah Indonesia sejak beberapa hari lalu sudah melangsungkan pemberangkatan jemaah haji tahun 2023. Pada tahun ini, Indonesia mendapat 221.000 kuota jemaah haji. Jumlah ini terdiri atas 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus serta tambahan lagi sebanyak 8.000 kuota haji. Pada pelaksanaan ibadah haji 2023, pemerintah memberikan prioritas khusus pada jemaah haji lansia atau lanjut usia. Dengan adanya prioritas ini maka banyak lansia yang akhirnya bisa berangkat haji tahun ini. Baca juga: Berusia 119 Tahun, Mbah Harun dari Madura Jadi Jemaah Haji 2023 Tertua se-Indonesia Salah satu jemaah haji lansia yang berangkat tahun 2023 ini adalah Mbah Harun dari Madura. Mbah Harun yang lahir tahun 1904 atau berusia 119 tahun merupakan jemaah haji tertua tahun 2023. Melansir dari laman Kemenag, Sabtu (27/5/2023), Harun bin Senar (119 tahun), jemaah haji tertua Indonesia telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (26/5/2023) dini hari dalam kondisi sehat. Pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini bersama 449 jemaah lainnya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-6. Di usianya yang sudah sepuh, Mbah Harun terlihat sehat. Tak ada raut kelelahan di wajahnya. Ia juga menjawab pertanyaan petugas dengan baik. Bahkan, ketika ditanya petugas atas kondisi kesehatannya, Ia langsung berdiri untuk menunjukkan kalau dirinya masih kuat dan bisa berjalan. Dalam daftar tunggu, Mbah Harun yang mendaftar haji tahun 2017, baru akan berangkat tahun 2046. Namun karena tahun ini terdapat kuota prioritas lansia, ia pun berkesempatan ke Tanah Suci setelah melunasi Bipih dengan menjual tanah miliknya. Meskipun Mbah Harun dalam kondisi kesehatan yang baik, setibanya di Bandara AMAA Madinah, petugas tetap memberikan kursi roda. Selain ini menjadi bagian layanan Haji Ramah Lansia, fasilitas ini bertujuan untuk mengantisipasi bila Mbah Harun lelah setelah perjalanan panjang. Tiba di bandara, setelah pemeriksaan di imigrasi, Mbah Harun di cek kesehatannya oleh petugas kesehatan Indonesia. Kemudian petugas membantunya menuju bus. Petugas ingin memastikan kondisi Mbah Harun sebelum naik bus. ”Panjenengan norok kauleh, Pak. Bisa? (Bapak ikut saya, bisa?)” tanya petugas haji dalam bahasa Madura. “Enggi, enggi, ngireng, ngireng. (Iya.. iya.. ayo..ayo..),” sahut Mbah Harun berbisik sambil mengikuti petugas. Petugas mengarahkannya untuk turun dari kursi roda dan berdiri mengikutinya saat naik bus. Ia pun bersedia mengikuti petugas dengan dipapah hingga dapat duduk di kursi bus. Bus tersebut akan mengantarkan rombongan 450 jemaah haji SUB-6 ke Hotel Jawar Taiba di Abraj Taba. Rombongan pun meninggalkan bandara pukul 04.00 WAS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini