Jumat, 23 Februari 2024

Peracik Mercon yang Celakai Dua Bocah di Jepara Terancam Hukuman Mati

Faqih Mansur Hidayat
Senin, 10 April 2023 14:04:36
Pelaku peracik obat mercon yang meledak di Kedungmalang Jepara ditangkap. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Jepara – Peracik mercon yang mencelakai dua bocah di Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara maksimal terancam hukuman mati. Hukuman itu berdasar Undang-Undang Darurat. Pelaku sendiri sudah diamankan petugas Satreskrim Polres Jepara. Ia diamankan setelah petugas mendapati laporan soal ledakan mercon di sana. Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Ahmad Masdar Tohari bersama jajarannya dan Polsek Kedung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, Senin (10/4/2023). Baca: Celakai Dua Bocah, Pemilik Mercon yang Meledak di Jepara Ditangkap Sesampainya di TKP, Tohari langsung menangkap pelaku berinisial HH (22) di rumahnya, RT 2 RW 3, Desa Kedungmalang. ’’Tersangka kami amankan di rumahnya,’’ terang Tohari kepada Murianews. Akibat perbuatannya, dua bocah terkena ledakan setelah menendang ember yang ternyata berisi racikan mercon itu. Dua bocah malang itu adalah RD (11) dan ZE (10). Keduanya kini harus mendapatkan perawatan di RSUD RA Kartini Jepara dan RSI Sunan Kudus. Korban RD mengalami luka bakar pada wajah dan dada. Sedangkan ZE mengalami luka bakar di tangan dan kaki. Pelaku meracik obat mercon yang dibeli lewat Shopee sebanyak 2 kg seharga Rp 86 ribu. Kemudian di kamar pribadinya, pelaku meracik bubuk alumuniaum, potassium, dan belerang dalam ember warna putih. Baca: Ledakan Mercon Kembali Memakan Korban, Dua Bocah di Jepara Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah tercampur, pelaku merasa ada reaksi kimia. Saat itu ramuan petasannya dipindah ke sudut SD yang bersebelahan dengan gang jalan tempat kejadiansekitar pukul 20.30 WIB. Tak berselang lama, dua korban melewati lokasi dan menendang ember tersebut. Ember itu langsung meledak dan membuat tubuh mereka terkapar dengan luka bakar. Selain itu, tiga rumah, satu sekolah, dan masjid mengalami kerusakan pada kaca jendela. Akibat perbuataannya itu, Tohari menyangka pelaku dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951. Isinya tentang memiliki dan menyimpan bahan peledak tanpa izin. Pelaku terancam hukuman mati atau minimal hukuman penjara 20 tahun. https://youtu.be/y1qztlvWwJ0 Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini