Jumat, 23 Februari 2024

Korban Ledakan Mercon di Jepara Masih Dirawat Intensif

Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 11 April 2023 15:14:32
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menjenguk RD, korban ledakan mercon yang dirawat di RSUD RA Kartini Jepara. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Jepara – Salah satu korban ledakan mercon, RD (11) masih dirawat secara intensif di RSUD RA Kartini Jepara. Pihak rumah sakit terus berupaya menyelamatkan nyawa bocah malang itu. Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD RA Kartini, M Amiruddin Khairul Amin mengatakan, saat ini korban masih dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pihaknya menyebutkan, korban mengalami luka bakar seluas 40 persen dengan derajat kedalaman luka 2-3. Luka dengan kategori itu terbilang parah. Terutama pada bagian wajah dan dada. Baca: Peracik Mercon yang Celakai Dua Bocah di Jepara Terancam Hukuman Mati ’’Kondisinya saat ini tidak sadar. Masih terpasang alat-alat di tubuhnya,’’ terang pria yang akrab disapa dokter Dino itu saat ditemui Murianews di RSUD RA Kartini Jepara, Selasa (11/4/2023). Dino memastikan saat ini kondisi korban belum stabil dan masih dalam pengawasan secara intensif. Belum ada tanda-tanda pasien pulih dalam waktu dekat. Kendati begitu, dokter yang menangani meyakini kondisi tubuh pasien bisa berjuang dalam situasi itu. Jika kondisinya sudah membaik, lanjut Dino, pihak rumah sakit berencana merujuk pasien ke RSUP dr Karyadi Semarang. Rencananya korban diupayakan untuk dilakukan bedah plastik di sana. Baca: Ledakan Mercon Kembali Memakan Korban, Dua Bocah di Jepara Dilarikan ke Rumah Sakit ’’Kita pantau dan evaluasi terus secara intensif. Kita upayakan yang terbaik untuk pasien,’’ kata Dino. Diberitakan sebelumnya, RD menjadi korban ledakan racikan mercon bersama rekannya ZE (10) pada Minggu (9/3/2023) di dekat SDN 1 Kedungmalang. Akibat ledakan itu, korban RD mengalami luka bakar di bagian wajah dan dada. Sedangkan ZE mengalami luka bakar di tangan dan kaki. ZE kini dirawat di RSI Sunan Kudus. https://youtu.be/zbIUT6rxbzo Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar