Jumat, 23 Februari 2024

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jepara Mengkhawatirkan

Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 27 September 2023 17:52:00
Ilustrasi hamil (freepik.com)

Murianews, Jepara – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih mengkhawatirkan. Bahkan, jumlahnya pun berpotensi meningkat di tahun 2023 ini.

Subkoordinator Kesga Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Try Wahyuningsih menyebutkan, jumlah kematian mencapai 13 sampai 14 kasus di tahun 2022. Sedangkan angka kematian bayi sebesar 4,24 persen dari target 5,15 persen.

Sementara, data kematian ibu sampai bulan Juni 2023 (semester satu), terdapat delapan kasus. Kemudian, angka kematian bayi 47 kasus.

Pihaknya menegaskan, kasus kematian ibu baru melahirkan dan bayi baru lahir adalah permasalahan yang tidak boleh dianggap enteng. Sehingga semua cara harus dilakukan, mulai dari sosialisasi sampai tingkat bawah hingga penanganan medis ketika kasus tersebut sedang terjadi.

”Ini menyangkut nyawa seseorang, jadi harus betul-betul jadi perhatian kita bersama,” tegas Wahyuningsih, Rabu (27/9/2023).

Untuk menekan angka kematian ibu dan anak bisa, lanjutnya, dilakukan dengan berbagai program. Mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan terutama bidan, bersama Tim penggerak PKK dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kader Posyandu sebagai pendamping Ibu Hamil dengan risiko tinggi.

Wahyuningsih tak menampik bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jepara terus meningkat. Di tahun ini pung masih ada potensi angka kematian tersebut bertambah.

”Memang naik, jadi perlu pengawalan terhadap ibu bayi dan balita secara optimal. Harapannya, ibu hamil, neonatal, bayi dan balita mendapatkan pengelolaan yang kuat dan tepat,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar