Rabu, 28 Februari 2024

Kekeringan di Jepara Terus Meluas

Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 29 September 2023 15:13:00
Warga di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara mengantre dropping air bersih. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Jepara – Bencana kekeringan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kian hari kian meluas. Akibatnya, krisis air bersih pun semakin tak tertahankan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto menyebutkan, saat ini jumlah kecamatan yang terdampak bertambah satu lagi, menjadi tujuh kecamatan. Sementara ini, desa yang terdampak sebanyak sebelas desa.

Arwin memaparkan, kekeringan yang melanda Kecamatan Karimunjawa tersebar di Desa Kemujan dengan jumlah terdampak 650 jiwa, Dukuh Mrican sebanyak 500 jiwa, Dukuh Telaga 200 jiwa dan 150 jiwa di Dukuh Batulawang.

Sementara kekeringan di Kecamatan Kedung membuat sebanyak 2.385 jiwa warga di Desa Kedungmalang dan 2.016 jiwa warga Desa Karangaji, terdampak. Lalu di Kecamatan Pecangaan, di Desa Gerdu yang terdampak sebanyak 1.980 jiwa dan di Desa Kaliombo sebanyak 1.060 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Donorojo, terdapat 956 jiwa di Desa Sumberrejo dan sebanyak 1.328 di Desa Clering yang terdampak. Sementara di Desa Bategede Kecamatan Nalumsari sebanyak 170 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Kemudian di Desa Kunir, Kecamatan Keling sebanyak 973 jiwa yang terdampak kekeringan.

“Kini bertambah lagi di Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong. Jumlah yang terdampak 435 jiwa. Total keseluruhan yang terdampak di Jepara lebih dari 12.597 jiwa,” kata Arwin, Jumat (29/9/2023).

Sejak 14 Agustus 2023 lalu, BPB Jepara telah mendistribusikan air bersih sebanyak 623 ribu liter dengan 108 tangki. Dengan rincian sumber anggaran 155 ribu liter air bersih dari APBD Kabupaten Jepara. Sementara sisanya, sebanyak 404 ribu liter bersumber dari dana CSR.

“Kami mengajak semua pihak yang peduli dan mau untuk ikut Bersama-sama mencukupi kebutuhan air bersih warga yang membutuhkan. Karena bencana adalah urusan Bersama,” kata Arwin.

Editor: Budi Santoso

Komentar