Rabu, 21 Februari 2024

Aktivitas Dilarang, Petambak Udang Karimunjawa Diminta Alih Usaha

Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 29 November 2023 06:35:00
Ilustrasu tambak udang di Karimunjawa, beberapa waktu lalu. (Murianews/Istimewa)

 

Murianews, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, resmi melarang segala aktivitas tambak udang di Kepulauan Karimunjawa. Terhadap para petambak udang, pemerintah mendorong agar mereka beralih usaha.

Asisten II Setda Jepara Hery Yulianto menawarkan, petambak bisa beralih usaha lain atau menjalin usaha berbasis kemitraan. Ia memastikan upaya tersebut akan dapat dukungan baik dari perangkat daerah hingga kementerian atau lembaga terkait lainnya.

”Tentunya yang sesuai dengan regulasi. Masih banyak kegiatan usaha yang dapat dilakukan dan kami akan mendukung sepenuhnya,” terang Hery, Rabu (29/11/2023).

Saat ini, kata Hery, berbagai macam program dan kegiatan untuk masyarakat Karimunjawa terus dilaksanakan dan akan terus berlanjut di tahun 2024 nanti. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat telah melakukan beberapa hal terhadap masyarakat terdampak penonaktifan tambak udang.

Hery menyebutkan, terdapat 13 OPD yang terlibat dalam penanganan Karimunjawa, meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Disparbud, DPUPR, DP3AP2KB, Dinkes, Dinas Perikanan. Selanjutnya ada DKPP, Dinsospermades, Satpol PP dan Damkar, Diskopukmnakertrans, Disperindag, Disperkim, serta Disdikpora. Total anggarannya mencapai Rp 5,1 miliar.

Herry menyontohkan Disparbud, ada kegiatan pelatihan manajerial homestay atau penginapan. Lalu, pembinaan dan pengembangan pelaku wisata, juga optimalisasi eksistensi kelompok sadar wisata.

”Semisal di situ ada pengusaha di bidang homestay atau hotel baru, ini bisa menampung tenaga kerja dari pekerja tambak,” ujarnya.

Lalu Dinas Perikanan, ada program bantuan sarana prasarana (sarpras)  budidaya keramba, jaring apung, budidaya rumput laut, serta pelatihan teknis budidaya rumput laut yang baik.

Selain itu ada juga pelatihan pengolahan hasil perikanan, pengadaan mesin kapal untuk nelayan, pemberian fasilitasi kemitraan dari kementerian, dan pelatihan sertifikasi kecakapan nelayan.

Tujuannya agar mantan pekerja tambak udang dapat pekerjaan baru di sektor lain. Bagi masyarakat juga bisa memperoleh keahlian tambahan. Hal itu pun nantinya akan disesuaikan dengan minat serta kemampuan yang dimiliki.

”Harapannya masyarakat Karimunjawa dapat segera move on, memulai kehidupan dan tatanan baru yang lebih baik,” kata dia.

Editor: Dani Agus

 

Komentar