Rabu, 21 Februari 2024

Kontestan Pemilu Diimbau Tak Tarik ASN untuk Kepentingan Politik

Faqih Mansur Hidayat
Senin, 11 Desember 2023 16:16:00
Aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Jepara tengah menjalani upacara di halaman Setda Jepara. (Murianews/Faqih Mansyur Hidayat)

Murianews, Jepara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Edy Sujatmiko terus mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) menjaga netralitasnya dalam Pemilu 2024.

Selain itu, kontestan Pemilu 2024 juga diharapkan tidak menarik-narik ASN untuk kepentingan mereka.

”Saya minta, kontestan jangan mengait-kaitkan kami (ASN) untuk kontestasi ini. Karena aturannya jelas, ASN tidak boleh dukung mendukung kontestan,” kata Edy, Senin (11/12/2023).

Selain untuk ASN yang berada di lingkungan Pemkab Jepara, imbauan itu juga berlaku pada perangkat desa dan petinggi. Karena jajaran aparatur itu harus memberi pelayanan kepada semuanya dengan baik. Pelayanan ini harus diberikan secara adil.

”Makanya, kalau ada kegiatan yang bisa dikaitkan dengan agenda politik, tolong, jangan undang unsur aparatur. Dalam Pemilu, posisi kami adalah menyukseskan Pemilunya. Bukan menyukseskan salah satu kontestan,” tegas Edy.

Keterlibatan ASN dalam kepentingan politik bisa terancam pidana. Jika memang terbukti berpihak pada salah satu kontestan, hukumannya yaitu paling singkat satu tahun dan denda.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko menyatakan, netralitas ASN tidak hanya soal dukungan kepada salah satu kontestan. Tapi juga ketika mengambil keputusan yang dapat menguntungkan maupun merugikan bagi peserta pemilu.

Sujiantoko meminta pejabat daerah, ASN, sampai dengan perangkat desa, bahkan badan usaha milik desa, menjadi subjek hukum yang netral dalam pesta demokrasi tersebut.

Dia menegaskan pentingnya untuk memastikan diri agar tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye, menyosialisasikan atau mengkampanyekan kontestan, hingga foto bersama atau foto dengan gestur dukungan kepada peserta pemilu.

”Sekali lagi kami tekankan, ASN harus netral. Bahkan berfoto dengan gestur dukungan kepada peserta Pemilu juga berpotensi menjadi pelanggaran,” tandas Sujiantoko.

Editor: Cholis Anwar

TAG

Komentar