Kamis, 29 Februari 2024

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Oknum Kades di Blora Ditangkap

Nathan
Kamis, 21 September 2023 20:32:00
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Selamet saat konferensi pers di aula Aryaguna Polres Blora, Kamis, (21/9/2023) (Murianews/Nathan)

Murianews, Blora – Kepala Desa Nglebur Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora berinisial R (51), ditangkap tim Satreskrim Polres Blora dirumahnya. Sebelumnya, R sempat melarikan diri ke Lampung karena melakukan penyimpangan Dana APBDes Tahun 2022.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Selamet saat konferensi pers di aula Aryaguna Polres Blora, Kamis, (21/9/2023) mengatakan, bulan Mei lalu Tim Penyelidik Satreskrim Polres Blora melakukan penyelidikan dan pemeriksaan juga pengumpulan bukti dugaan penyimpangan dana tersebut.

Selanjutnya dari hasil penyelidikan, R selaku Kepala Desa Nglebur selama tiga tahun, melaksanakan pembangunan menggunakan APBDes Tahun 2022 namun ternyata tidak dilaksanakan tetapi anggaran tersebut sudah berkurang.

”Laporan pembangunan menggunakan anggaran APBDes Tahun 2022 dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2022. Beberapa pembangunan yang dilaporkan seperti RLTH, TALUD, JUT dan beberapa pembangunan yang lain. Ternyata secara fisik tidak ada. Ada sebagian kegiatan yang sudah dibelikan material tapi pembangunannya juga tidak ada,” Kata AKP Selamet.

Menurut Kasat, modus yang dilakukan kades ini memberitahu kepada bendahara OF, bahwa dana APBDes akan turun dan dipinjam, kemudian kedua orang tersebut pergi ke bank untuk melakukan pencairan dana. Selanjutnya bendahara desa diminta untuk membuat berita acara bahwa anggaran tersebut digunakan seolah-olah untuk kepentingan yang lain.

”Dalam berita acara APBDes, dituliskan bahwa digunakan untuk pembangunan. Namun faktanya malah digunakan untuk kepentingan pribadi kepala desa itu,” imbuh Kasat Reskrim.

AKP Selamet menambahkan bahwa setelah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan BPK dan Inspektorat Kabupaten Blora bahwa fakta itu benar. Di mana, R sudah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu merugikan keuangan negara dengan hasil audit Inspektorat kurang lebih Rp 396 juta.

Sebelum menetapkan sebagai tersangka, proses lidik naik ke sidik, pihaknya sudah berupaya melakukan Recovery Asset terhadap R. Tapi yang bersangkutan hanya mampu mengembalikan sebesar 40 Juta.

”Setelah mengembalikan sebesar tersebut R kabur dan tidak melakukan tugas sebagai kepala desa dan tidak jelas keberadaanya. Kita sempat mengetahui bahwa pelaku berada di Lampung karena pelaku meminjam uang kepada sesama kepala desa,” ungkap AKP Selamet.

Kemudian selang beberapa bulan, R kembali ke rumahnya karena istri dan anaknya sakit, pada saat itulah pelaku dapat diamankan oleh Polres Blora di rumahnya.

”Dibantu oleh Ditkrimsus Polda Jateng, Polres Blora menggelar dan menetapkan sebagai tersangka terkait dengan perbuatan yang dilakukan oleh Pelaku,” pungkasnya.

Sementara itu, pengakuan pelaku, uang tersebut digunakan untuk membayar utang.

Pada kasus ini, pasal yang disangkakan adalah pasal 2 ayat 1 ancaman seumur hidup minimal 4 tahun dan pasal 3 minimal 1 Tahun maksimal 15 Tahun UU Korupsi Nomor 31 Tahun 99 yang sudah diubah menjadi Nomor 20 tahun 2001.

Editor: Dani Agus

Komentar