Rabu, 29 November 2023

Kasus TPPO Banyak Terjadi di Grobogan

Saiful Anwar
Senin, 17 Juli 2023 17:34:00
Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso. (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) banyak terjadi di Grobogan. Dinsos (Dinas Sosial) Grobogan menilai upaya paling efektif bisa dilakukan oleh Pemdes, untuk mencegahnya.

Langkah pencegahan bisa dimulai dari tingkat pemerintah desa (Pemdes). Sebab, semua warga yang hendak pergi ke luar negeri pasti mengurus dokumen di Pemdes, lebih dulu.

‘’Semua warga yang berangkat kan baik resmi dan tidak resmi itu pasti mengurus surat ke desa, karena harus mengurus paspor. Jadi pihak desanya yang harus benar-benar bertanya dengan detail,’’ ujar Kepala Dinas Sosial Grobogan Edy Santoso, Senin (17/7/2023).

Edy menambahkan, pihak desa harus benar-benar memberi perhatian kepada warganya. Sebab, sudah banyak warga Grobogan yang menjadi korban kasus TPPO.

‘’Perhatian pemdes kepada warganya harus lebih ditingkatkan, agar tidak ada lagi kasus TPPO,’’ imbuhnya.

Banyaknya warga Grobogan yang menjadi korban kasus TPPO itu salah satu buktinya yakni adanya sembilan warga yang dipulangkan pekan lalu. Sebanyak 18 orang dipulangkan setelah tertipu.

‘’Dari 18 orang yang dipulangkan, separuhnya warga Grobogan. Ini menjadi bukti bahwa Grobogan memang butuh perhatian,’’ kata dia.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak sembilan warga Grobogan korban kasus TPPO dipulangkan dari Kulonprogo Yogyakarta. Kesembilan warga itu dijanjikan oleh sebuah perusahaan untuk berangkat ke Selandia Baru.

Belakangan, mereka digerebek polisi bersama para pelaku, karena diketahui mengguakan jalur ilegal. Mereka sempat diberi pelatihan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta sebelum dipulangkan ke Grobogan.


Editor: Budi Santoso

Komentar