Jumat, 1 Maret 2024

11 Titik Jalur Kereta Api di Grobogan Rawan saat Musim Hujan

Saiful Anwar
Kamis, 2 November 2023 12:57:00
Petugas KAI Daop 4 Semarang mengecek kondisi rel untuk mengantisipasi gangguan alam menjelang musim hujan. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – KAI Daop 4 Semarang merinci terdapat 22 titik jalur kereta api berpotensi terkena gangguan alam saat musim hujan. Dari jumlah tersebut 11 titik di antaranya berada di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kerawanan itu terdiri dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan perjalanan kereta api.

Adapun 22 daerah berpotensi gangguan alam yang masih dalam penanganan KAI Daop 4 Semarang itu selain di Grobogan yakni 3 titik di wilayah Kota Semarang, 2 titik di wilayah Kabupaten Blora dan Pekalongan, dan beberapa titik lainnya.

Kepala KAI Daop 4 Semarang, Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, jumlah daerah berpotensi gangguan alam tersebut, sudah mengalami penurunan. Pada tahun 2021 berjumlah 51 titik dan pada tahun 2022 berjumlah 36 titik.

Pihaknya terus berupaya dalam menyiapkan segala aspek untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api khususnya dalam menghadapi musim hujan yang saat ini sudah mulai terjadi.

”Berbagai perbaikan sudah kami lakukan, sehingga jumlah daerah yang berpotensi gangguan alam tersebut dapat berkurang,” kata Daniel dalam keterangan tertulis, Kamis (2/11/2023).

Untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi, pihak KAI pun melakukan pemeriksaan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir gangguan yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Pemeriksaan lintas di wilayah selatan Daop 4 Semarang dimulai dari perbatasan wilayah pada Km 68+200 petak jalan Gundih-Goprak Kabupaten Grobogan hingga Stasiun Semarang poncol.

Pemeriksaan dilaksanakan dengan menggunakan kereta dresin dengan meriksa kondisi jalur rel KA sepanjang 70 kilometer dan memeriksa 10 stasiun yang dilewati. Yakni mulai Grobogan, Boyolali, Demak hingga Kota Semarang.

Daniel menambahkan, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi prasarana di lintas, yang meliputi keandalan jalur rel ka dan persinyalan. Kemudian daerah rawan genangan air dan banjir, fasilitas layanan pelanggan dan kebersihan di stasiun, serta kesiapan SDM kereta api di setiap wilayah stasiun yang dilewati.

Pihak KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan AMUS (Alat Material untuk Siaga) pada 26 titik. Titik-titik itu meliputi: Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu. Kemudian Semarang, Brumbung, Gubug, Kedungjati, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, Cepu, Kedungjati, Gundih dan Ambarawa.

AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir, bantalan rel, dan peralatan ringan hingga alat berat seperti Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) yang digunakan untuk merawat serta memelihara kondisi jalur rel agar tetap layak dilintasi oleh kereta api.

Editor: Ali Muntoha

 

Komentar