Jumat, 23 Februari 2024

Mau Pentas di Taman Segitiga Emas, Seniman Grobogan Diusir

Saiful Anwar
Senin, 20 November 2023 19:57:00
Para penampil sempat melanjutkan acara usai lampu dimatikan dalam pentas di Taman Segitiga Emas Purwodadi, Grobogan. (Murianews/Istimewa).

Murianews, Grobogan – Seniman Grobogan yang tergabung dalam Komunitas Srawung Seni Grobogan, Jawa Tengah diusir dari Taman Segitiga Emas Purwodadi saat akan menggelar acara di taman tersebut. Alasan pengusiran karena Taman Segitiga Emas merupakan taman pasif.

Koordinator kegiatan tersebut, Muh Jumadi mengaku kecewa atas pengusiran yang terjadi pada Sabtu (18/11/2023) malam lalu itu. Pengusiran oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu dilakukan dengan mematikan lampu di taman tersebut.

”Tentu saya sangat kecewa. Yang ngusir dari DLH, tiga orang. Sekitar pukul 19.00 WIB, lampu dimatikan,” ujarnya, Senin (20/11/2023).

Padahal, kata Jumadi, kegiatan tersebut digelar sebagai tindaklanjut hasil pertemuan Komite Ekonomi Kreatif (KEK), Bappeda, dan pelaku seni di ruang rapat Setdda Grobogan pada 8 November 2023 lalu. Selain itu, Jumadi juga mengaku sudah izin ke pihak-pihak terkait seperti DLH, Bappeda, dan Disporabudpar.

”Pentas itu menindaklanjuti hasil pertemuan Komite Ekoonomi Kreatif, Bappeda dan pelaku seni,” imbuhnya.

Jumadi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin keakraban antar pelaku seni di Grobogan. Selain itu untuk untuk sharing literasi sesama pegiat seni.

”Daripada tempat tersebut digunakan anak muda sekadar nongkrong dan kegiatan negatif mabuk-mabukan, kita gunakan untuk kegiatan positif agar anak muda tahu tentang seni, tentang sastra,” paparnya.

Meski lampu dimatikan, ucap Jumadi, namun acara sempat tetap berlanjut. Namun akhirnya akhirnya benar-benar diakhiri.

Sementara itu, Kepala DLH Grobogan Mokamat mengatakan, pelarangan dilakukan karena taman tersebut kategori taman pasif. Sehingga fungsinya hanya taman kunjungan.

”Berkegiatan sudah kita sediakan di Alun-Alun, Taman Sukarno, Taman Kota yang terintegrasi dengan kuliner. Nanti disusun Perbup, tidak usah Perda,” kata dia saat ditanya terkait dasar larangan.

Editor: Budi Santoso

Komentar