Jumat, 1 Maret 2024

Identitas Korban Tertabrak Kereta Api di Tungu Grobogan Terungkap

Saiful Anwar
Jumat, 24 November 2023 11:20:00
Ilustrasi tertabrak Kereta Api.(Grafis)

Murianews, Grobogan – Identitas korban tertabrak kereta api di Desa Tungu, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (23/11/20230 akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Sutarjo (65), warga Desa Latak, Kecamatan Godong. Itu diungkapkan Kapolsek Godong, Iptu Bambang Jumena.

Ia mengatakan, peristiwa itu berawal ketika korban berpamitan dengan istrinya Imronah (53) untuk ke rumah anaknya yang juga di Desa Latak, Godong.

”Korban sempat membeli segelas es teh di warung yang berada di Desa Tungu. Selanjutnya berjalan lewat samping pasar Desa Tungu kemudian ke arah barat dengan menyusuri samping rel kereta api,” kata Kapolsek Godong, Jumat (24/11/2023).

Dalam perjalanan itu, korban sempat di tengah-tengah rel bagian hilir. Saat itu, sebuah kereta barang atau peti kemas melintas dari arah timur ke barat (Surabaya-Jakarta) lewat rel tersebut.

”Setelah dekat palang pintu, kereta api membunyikan klakson. Warga sekitar yang melihat korban berjalan di tengah rel pun sudah berusaha berteriak memberitahu korban, namun korban tidak mendengar,” jelasnya.

Pada saat jarak sudah dekat, korban baru mengetahui ada kereta api. Korban pun berusaha menghindar. Karena jarak sudah dekat akhirnya tertabrak kereta dan terseret sekitar 20 meter dari lokasi awal.

Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas kepolisian dari Inafis dan Polsek Godong Polres Grobogan mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.

”Tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia murni akibat tertemper kereta api,” jelasnya.

Kapolsek menyatakan, keluarga korban telah menerimakan kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang laki-laki tak dikenal tewas tertabrak kereta api. Akibat kejadian itu, kereta sempat berhenti 15 menit.

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar