Jumat, 1 Maret 2024

Di Grobogan Lagi, Kakek-kakek Tewas Tertabrak Kereta Api

Saiful Anwar
Jumat, 24 November 2023 16:28:00
Lokasi kejadian kakek Samingun meninggal tertemper kereta di Mlilir, Gubug, Grobogan. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Peristiwa warga lanjut usia meninggal tertabrak kereta api kembali terjadi di Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (24/11/2023). Usai di Desa Tungu, Godong kemarin, kejadian serupa kini terjadi di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug.

Korbannya diketahui bernama Samingun (77), warga Desa Mlilir RT 03 RW 05, Kecamatan Gubug. Kakek ini tewas setelah tertemper kereta api pada pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Gubug, Iptu Sunarto menerangkan, korban semula berada di ladangnya untuk membersihkan sampah. Setelah itu korban pun hendak pulang.

”Sesampainya di jembatan rel sungai Tuntang, korban hendak menyeberang. Tiba-tiba ada kereta dari arah timur,” ujar Kapolsek Gubug.

Karena jarak sudah sangat dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Korban kemudian tertabrak dan terpental sejauh 5 meter ke arah barat.

Badan korban tergantung di bagian bawah besi jembatan. Kereta yang menabrak korban yakni jenis Limas Priuk Cargo yang memuat barang seberat 1.147 ton. Korban mengalami luka parah dalam insiden memilukan tersebut.

Kapolsek menerangkan, keluarga korban menyebut korban memang memiliki masalah dalam pendengaran. Sehingga diduga saat meyeberang yang bersangkutan tidak mendengar ada kereta api yang akan lewat.

”Pihak keluarga korban menyatakan korban pendengarannya yang kurang,” imbuhnya.

Jasad korban sempat diperiksa oleh Tim medis Puskesmas Gubug 2. Kemudian jasad korban dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (24/11/2023) kemarin, seorang kakek juga tewas usai tertabrak kereta di Desa Tungu, Godong. Korban diketahui bernama Sutarjo (65), warga Desa Latak, Godong.

Editor: Budi Santoso

Komentar