Rabu, 28 Februari 2024

Duh, 5.600 Rumah di Grobogan Tak Layak Huni

Saiful Anwar
Kamis, 30 November 2023 18:03:00
Rumah warga Kecamatan Gubug, Grobogan, Jawa Tengah roboh beberapa waktu lalu. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Pemkab Grobogan mencatat hingga November 2023 ini masih ada 5.600 rumah warga yang masuk kategori Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Jumlah tersebut menjadikan Grobogan sebagai kabupaten dengan RTLH terbanyak di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kegiatan Rembug Bareng CSR di Hotel Grand Master Purwodadi, Kamis (30/11/2023).

”Berdasarkan data tanggal 28 November 2023, masih terdapat sekitar 5.600 RTLH yang harus ditingkatkan kualitasnya menjadi layak huni,” katanya.

Ia mengatakan, tingginya angka RTLH ini menjadi sorotan tersendiri bagi pemkab. Karena itu, RTLH ini akan menjadi prioritas untuk diintervensi.

”Jadi mari kita keroyok bareng penanganannya,” lanjutnya.

Ia pun menjelaskan, tingginya angka RTLH tersebut tak lepas dari pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu yang sangat berdampak pada kondisi ekonomi daerah dan masyarakat.

Namun, dengan kerja keras semua pihak, pada 2022 lalu angka pertumbuhan ekonomi Grobogan masih mencapai 5,98 persen, di atas provinsi dan nasional.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tumbuh 70,97 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,4 persen. Kemudian Inflasi dapat terjaga sebesar 6,04 persen. 

”Capaian indikator tersebut menunjukkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Grobogan. Antara lain ditunjukkan dengan pembangunan infrastruktur jalan, sumber daya air, air minum dan sanitasi, sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, sarana prasarana perdagangan, dan penguatan UMKM,” paparnya.

Bupati menerangkan, perkembangan dunia usaha juga telah ikut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi daerah.

Namun demikian, permasalahan kemiskinan juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama. 

”Angka kemiskinan pada Maret 2023 sebesar 11,72 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 162.520 jiwa. Turun sedikit dibandingkan tahun 2022 sebesar 11,80 persen. Angka kemiskinan ekstrim Tahun 2022 sebesar 2,29 persen dan berada di atas provinsi dan nasional,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Komentar