Jumat, 23 Februari 2024

Pesawat Jatuh di Pasuruan Berjenis Super Tucano, Ini Kelebihannya

Supriyadi
Kamis, 16 November 2023 14:29:00
Super Tucano milik TNI AU dibeli dari pabrikan asal Brasil Embraer. (Tangkapan layar web tni-au.mil.id)

Murianews, Pasuruan – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani membenarkan pesawat yang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (16/11/2023) merupakan milik TNI AU Lanud Abd Saleh Malang. Pesawat tersebut juga diketahui sebagai jenis pesawat tempur taktis Super Tucano.

Berdasarkan informasi, pesawat yang jatuh ini memiliki tail number TT-3103 di bawah gambar bendera Merah Putih. Berdasarkan seri dan jenisnya, Super Tucano ini merupakan pesawat tempur taktis yang diproduksi Brasil.

Melansir laman TNI AU, pesawat tempur ini didatangkan pada 2012 dan 2013 silam di pangkalan TNI AU Abdul Rahman Saleh, Malang.

Pesawat Super Tucano EMB 314 dengan kursi ganda ini dulunya digunakan untuk menggantikan operasional peswat OV-10 Bronco skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh, Malang.

Pesawat ini memiliki juga diketahui memiliki berbagai kelebihan. Beberapa di antaranya adalah counter insurgency atau kemampuan serang antigerilya, forward air control (pengendali udara depan), close air support (dukungan udara dekat), penyekatan dan pertahanan udara yang berkecepatan rendah sehingga dapat melakukan identifikasi musuh dimedan perang.

Selain itu, Super Tucano mempunyai kemampuan tambahan sebagai pesawat latih dan air surveillance (fungsi pengawasan udara). Fungsi inilah yang diduga sedang dimaksimalkan sebelum pesawat jatuh.

Dalam tugas opereasi pesawat ini akan digunakan untuk mendukung operasi pengawal perbatasan darat dan perairan, melawan terorisme, mengawasi alur laut kepulauan, mengawasi penyelundupan diudara, darat dan perairan, mendukung operasi pasukan darat dan laut, operasi hanud secara terbatas (low speed interceptor) serta dukungan pengintaian dan serangan udara.

Kemampuan terbang dari kecepatan rendah hingga kecepatan sedang mampu mendukung operasi pertahanan udara terhadap pesawat black flight berukuran kecil dan berkecepatan rendah (helicopter, pesawat profiler dan pesawat tanpa awak).

Indonesia memiliki 16 pesawat EMB-314 Super Tucano yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Brasil pada 2012 lalu yang di tempatkan di Skadron 21 Abd Malang. Armada baru ini bertugas menggantikan pesawat OV-10F Bronco yang kini telah di grounded karena usianya yang tua.

EMB-314 Super Tucano terdiri dari dua versi, tipe A-29ALX (kursi tunggal) dan AT-29B (kursi ganda). Khusus versi kursi ganda juga dapat digunakan sebagai elemen pesawat latih lanjut, dan versi inilah yang dimiliki oleh TNI AU.

Komentar