Rabu, 21 Februari 2024

Ini Alasan Google Doodle Tampilkan Kapal Pinisi di Mesin Pencari

Supriyadi
Kamis, 7 Desember 2023 07:34:00
Google doodle menampilkan Kapal Pinisi dalam laman awal mesin pencarian. (Murianews/Tangkap Layar)

Murianews, Kudus – Google Doodle menampilkan Kapal Pinisi asal Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai maskot di mesin pencari hari ini, Kamis (7/12/2023). Langkah ini tentu makin membuat warga Indonesia, khususnya warga Sulsel bangga.

Lantas kenapa Google Doodle melakukan hal ini? Kira-kira apa ya alasannya?

Melansir dari laman Google Doodle, ternyata langkah menampilkan Kapal Pinisi ini dilakukan untuk memperingati pengakuan dunia terkait Kapal Pinisi sebagai warisan budaya dunia. Yakni terdaftarnya Kapal Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco pada 7 Desember 2017 silam.

”Dec 07, 2023 Celebrating Pinisi,” tulisnya

Pinisi sendiri diketahui sebagai kapal yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Pengakuan Unesco ini diketahui ditujukan pula pada seni pembuatan Kapal Pinisi yang hingga kini, masih bisa dijumpai di beberapa wilayah Sulawesi Selatan. Sepertihalnya di Tana Beru, Bira, dan Batu Licin di Kabupaten Balukumba.

Dalam penjelasan Doodle, Kapal Pinisi ini dimunculkan karena merupakan salah satu kapal legendaris yang telah ada sejak 1500an dan banyak digunakan oleh para pelaut asal Bugis, Konjo, dan Mandar di Sulawesi Selatan.

Kapal ini memiliki ciri khas berupa layar dan dua tiang utama. Saat ini, ada beberapa jenis kapal Pinisi yang dibedakan beradasarkan layarnya, bentuk lambungnya, dan cara serta tujuan pemakaiannya.

”Doodle merayakan Pinisi, sebuah kapal layar yang berasal dari Sulawesi Selatan. Kata Pinisi secara tradisional mengacu pada jenis tali-temali gaff-ketch di perahu layar Indonesia. Saat ini, kata tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan sebagian besar kapal kayu Sulawesi,” tulisnya kembali.

Sementara itu, dilansir dari Explore Makassar, masih belum diketahui pasti dari mana asal-usul nama Kapal Pinisi tersebut. Beberapa mengklaim nama Pinisi berasal dari salah satu pelabuhan historis di Venesia, Italia.

Konon katanya, kota tersebut dikunjungi para pelaut zaman dahulu di mana mungkin jenis layar kapal itu berasal. Namun, versi yang berbeda menyebutkan jika ada seorang Raja Tallo menamai perahunya Pinisi sejak awal abad ke-17.

Versi terbaru bahkan mengatakan bahwa ada seseorang yang bernama Pinisi lewat di Tanjung Bira dan menegur salah satu nahkoda kapal, memberi tahu bahwa layar yang digunakannya masih perlu diperbaiki.

Sejak saat itu, orang Bira mendesain layar sedemikian rupa dan akhirnya berbentuk layar Pinisi seperti yang ada sekarang ini. Berkat teguran orang tersebut, akhirnya orang-orang Bira menyebut layar itu dengan nama Pinisi.

Namun sayangnya, tidak ada satu pun dari kisah di atas memiliki sumber yang kredibel.

Komentar