Jumat, 23 Februari 2024

Pendukung Terdakwa Penipuan Kembali Gerudug PN Pati, Minta Utomo Dibebaskan

Umar Hanafi
Kamis, 6 April 2023 13:52:49
Seratusan pendukung Utomo kembali mengerudug Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (6/4/2023). (Murianews/Umar Hanafi)
Murianews, Pati – Pendukung terdakwa penipuan miliaran rupiah, Utomo, kembali menggerudug Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (6/4/2023). Mereka meminta Utomo dibebaskan dari segala tuntutan. Seratusan orang mendatangi PN Pati, sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan menggunakan berbagai poster, mereka meminta Utomo dibebaskan dari segala tuntutan. Mereka menilai Utomo merupakan korban kriminalisasi. ’’Kami meminta Utomo dibebaskan. Karena dia dikriminalisasi. Dia korban rentenir,’’ ujar koordinator aksi Supri. Baca: Pick Up Tabrak Trotoar Jalan Sudirman Pati, Sopir Tewas Kedatangan mereka juga untuk mengawal proses persidangan Utomo dengan agenda pembacaan putusan. Beberapa pendukung dipersilakan masuk ke ruang sidang. Sementara sebagian yang lainnya menunggu di halaman PN Pati. Namun sayang, persidangan tak kunjung dimulai hingga Kamis siang. Padahal sidang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Selang beberapa saat, Majelis Hakim mengumumkan sidang ditunda pada pekan depan. Setelah mengetahui sidang ditunda, mereka satu per satu berangsur meninggalkan PN Pati. Sebelum pulang, Supri meminta massa untuk tidak patah semangat menuntut pembebasan Utomo. ’’Kami mohon Aliansi Haji Utomo (massa aksi) untuk tetap bersemangat, tetap bersabar, tetap berdoa kepada Allah SWT. Bahwa yang benar adalah benar, yang salah adalah salah,’’ kata Supri. Baca: Ratusan Batang Rokok Ilegal di Pati Berhasil Diamankan Aksi ini merupakan lanjutkan dari aksi sebelumnya. Pada Jumat (31/3/2023) lalu, mereka juga menggelar aksi serupa. Massa menuntut Utomo dibebaskan. Diketahui, Utomo menjadi terdakwa kasus penipuan. Ia dilaporkan para korbannya lantaran diduga melakukan penipuan dengan modus investasi modal perbekalan kapal, bagi saham kapal, dan investasi bahan bakar minyak (BBM). Utomo mengiming-imingi para korban dengan bagi hasil 7 persen untuk pemilik modal. Lantaran tergiur dengan bujukan ini, para korban pun menginvestasikan sejumlah uang kepada Utomo. Empat orang mengaku menjadi korban. Mereka mengatakan berinvestasi dengan nilai total sebesar belasan miliar rupiah. Namun lantaran janji Utomo tidak kunjung ditepati, mereka pun melaporkan terdakwa ke pihak berwajib. Terdakwa pun dijerat dengan pasal 378 KUHP, penipuan dan penggelapan. Dalam pasal ini, terdakwa terancam dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara. Tetapi JPU menuntut Utomo dengan 1 tahun hukuman penjara.   Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini