Jumat, 23 Februari 2024

Di Lahan Bina Marga, Tujuh Warung di Margorejo Pati Dibongkar

Umar Hanafi
Senin, 5 Juni 2023 17:41:09
Sejumlah warung di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati telah dibongkar pemiliknya. (Murianews/Satpol PP Pati)
Murianews, Pati – Sebanyak 7 pemilik warung di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati, memilih membongkar warung miliknya secara mandiri. Warung-warung tersebut berada di lahan milik Bina Marga Jawa Tengah. Sebelumnya, para pemilik warung sudah diberi surat peringatan (SP). Mereka telah menerima SP ketiga pada hari ini. Sebelumnya mereka telah diberi SP kedua pada Selasa (30/5/2023) dan SP pertama pada Senin (22/5/2023). Dalam SP itu mereka diminta membongkar secara mandiri bangunan warung ilegal. Pasalnya, mereka menduduki lahan Bina Marga Jawa Tengah dan diduga menyediakan ‘bilik cinta’. Sekitar 26 warung didirikan secara ilegal di sana. Berdasarkan pantauan, warung-warung yang terletak di Jalan Raya Pati-Kudus itu di sudah sepi ditinggal pemiliknya. Hanya ada satu warung yang ada penghuninya saat pihak berwenang melayangkan SP ketiga. ”Sampai dengan hari ini sudah ada 7 yang membongkar secara mandiri. Jadi ada 19 yang masih berdiri,” kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Provinsi Jawa Tengah, Tubayanu, Senin (5/6/2023). Ia menjelaskan, pemilik warung diberikan waktu sampai dengan tanggal 11 Juni 2023 untuk membongkar warungnya secara mandiri. Ketika tidak dilakukan, pihaknya akan melakukan pembongkaran paksa pada tanggal 12 Juni 2023. ”SP 3 yang kita berikan ini terakhir di tanggal 8 Juni. Batas waktu selama 3 hari sampai tanggal 11 Juni. Jadi tanggal 11 Juni harapannya sudah membongkar mandiri semua. Bila sampai dengan tanggal 11 Juni masih ada yang berdiri, maka kita akan melakukan pembersihan di tanggal 12 Juni,” tutur dia. BACA JUGA: Segera Dibongkar, Warung di Margorejo Pati Diduga Sediakan Bilik Cinta Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono. Dia menegaskan bahwa tidak ada toleransi lagi sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Yakni sampai tanggal 11 Juni 2023. ”Hari ini (5/6/2023) memberikan SP 3 ke warung-warung yang akan dibongkar. Misalnya ada yang belum sampai tanggal 11 Juni, tanggal 12 Juni kita tertibkan. Ini untuk mendukung program Pak Bupati terkait dengan penertiban warung-warung yang diduga untuk prostitusi,” pungkas dia.   Editor: Budi Santoso

Baca Juga

Komentar