Rabu, 28 Februari 2024

Tersangka Korupsi Bumdesma Pati Desak Kejari Tangkap Pelaku Lain

Umar Hanafi
Jumat, 8 September 2023 16:04:00
Tiga tersangka kasus Bumdesma Pati ditahan (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Tersangka kasus korupsi dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Mandiri Sejahtera, RG, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati menangkap pelaku lainnya yang terlibat.

Saat ini, baru tiga orang yang ditetapkan tersangka, yakni RG sendiri selaku Ketua Bumdesma Mandiri Sejahtera Pati, RA selaku Direktur Utama PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (MBSP) dan HS yang menjabat Direktur Utama PT Mitra Desa Pati (MDP), anak perusahaan Bumdesma Pati.

Ketiganya diduga bertanggung jawab atas penyimpangan dana penyertaan modal Bumdesma. Akibat penyimpangan itu, kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Penasihat Hukum RG, Irwan Wahyu Utomo, menilai ada satu orang lagi yang punya peran vital dalam kasus penyelewengan dana Bumdesma Pati. Saat ini, orang yang masih dirahasiakan identitasnya itu telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

”Jadi dana mengalir ke seseorang, tapi sampai sekarang Kejaksaan kesulitan karena (yang bersangkutan) tidak berada di tempat. Mau ditetapkan tersangka, tapi masih belum bisa diperiksa. Jadi belum bisa ditetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang),” ucap dia melalui sambungan telepon, Jumat (8/9/2023).

Ia pun belum mencium keterlibatan pelaku lainnya. Baru satu orang yang mempunyai peran vital dan belum ditetapkan tersangka oleh pihak penyidik.

”Perkiraan baru satu orang. Dia tidak terlibat kepengurusan Bumdesma. Di luar Bumdesma, tapi terlibat menerima aliran dana,” jelas dia.

Diketahui, Bumdesma Pati merupakan badan usaha yang sahamnya dimiliki desa-desa yang ada di Pati. Sebanyak 159 desa dari 401 desa di Kabupaten Pati yang menyetorkan modal kepada Bumdesma yang dibentuk 2018 ini.

Masing-masing desa menyertakan modal bervariasi. Antara Rp 20 juta hingga 100 juta. Total penyertaan modal dari desa-desa ini sebanyak Rp 5,085 miliar.

Namun, oleh tersangka RG, dana itu tidak disetorkan seluruhnya, melainkan hanya Rp 4,7 miliar. Sisanya kemudian diinvestasikan oleh tersangka secara pribadi.

Uang modal yang telah disetorkan itu, oleh PT MBSP digunakan untuk mendirikan lima klinik kesehatan. Lagi-lagi, Rp 4,7 miliar itu tidak semuanya digunakan untuk modal Bumdesma, sebagian dana digunakan tersangka RA untuk diinvestasikan tanpa seizin pihak Bumdesma selaku pemegang saham.

PT MBSP kemudian merugi. Anak perusahaan Bumdesma Pati PT MDP juga mengalami kerugian. Modal dari 159 desa tak kunjung dikembalikan hingga kini. Ini membuat petinggi Bumdesma Pati itu menjadi tersangka dan saat ini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar