Jumat, 23 Februari 2024

Pati Tak Punya Museum, Pemerhati Sejarah Prihatin

Umar Hanafi
Senin, 18 September 2023 15:50:00
Pemerhati sejarah Pati, Ahmadi saat ditemui di halaman Kantor Persatuan Wartawan Pati (PWI) Pati, Senin (18/9/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Pemerhati sejarah Pati Ahmadi prihatin dengan kondisi Bumi Mina Tani yang belum mempunyai museum. Padahal, Bumi Penjawi merupakan salah satu kota tua di Jawa Tengah (Jateng).

Ia menayangkan kota di pesisir utara Jawa ini belum mempunyai satupun museum untuk menampung ingatan kolektif dari masa lalu. Menurut Ahmadi, Pati seharusnya mempunyai museum untuk menyajikan sejarah ke masyarakat.

”Saya merasa sedih karena satu-satunya kabupaten di Karisidenan Pati yang belum punya museum hanya Kabupaten Pati,” kata Ahmadi ditemui di halaman PWI Pati, Senin (18/9/2023).

Menurut Ahmadi, Pati dulu bukanlah kota kecil. Ia menyebut Pati merupakan salah kota tertua di Jawa Tengah jika dibandingkan dengan Yogyakarta dan Surakarta yang dulu di kenal sebagai Mataram.

Fakta ini dilacak oleh Ahmadi ketika keluarnya titah Kesultanan Pajang yang saat itu dipimpin oleh Hadi Wijaya. Pada era itu, sang Sultan memberikan hadiah kepada Panembahan Senapati dan Ki Ageng Penjawi usai menuntaskan misi.

Penjawi diberikan kekuasaan di Bumi Perdikan Pati. Semetara Panembahan Senapati diberikan untuk berkuasa di sebuah hutan alas Mentaok yang saat ini di kenal sebagai Yogyakarta.

”Pengertian alas itukan hutan, hutan itu kan tidak ada penduduk yang sekarang menjadi Solo dan Jogja. Sementara petikan sudah berarti sudah ada penduduknya. Tetapi apa kenyataanya kita jauh tertinggal,” terang Ahmadi.

Meskipun Pati diyakini lebih tua, namun Bumi Mina Tani itu ketinggalan jauh dari Yogyakarta. Baik di bidang ekonomi maupun pendidikan. Ahmadi mengakui akan sangat sulit untuk mengejar.

Tetapi upaya menghadirkan museum, menurutnya, bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan Pemerintah Kabupaten Pati. Mengingat sejumlah situs seperti Syeh Jangkung maupun Situs Candi Kayen bisa saja menjadi embrio berdirinya satu musem lebih besar di Pati.

”Jadi sekarang malah di Solo dan Jogja museum sudah berapa? Sementara harapan kami ada satu saja ada sudah bagi untuk Kabupaten Pati. Seperti Rembang maupun Kudus,” kata Ahmadi.

Ia pun berharap Pemerintah mulai membangun museum ini. Selain sebagai penyimpan barang-barang bersejarah, museum ini juga bisa digunakan untuk pendidikan bagi generasi penerus.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar