Kamis, 29 Februari 2024

Harga Beras di Pasaran Tinggi, Pj Bupati Pati: Tak Masalah

Umar Hanafi
Kamis, 21 September 2023 12:59:00
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro bersama Forkopimda saat melakukan Sidak harga beras (Murianews/istimewa)

Murianews, Pati – Harga beras tergolong tinggi di pasaran. Meskipun demikian, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengaku hal itu tidak masalah.

Hal itu diungkapkan Henggar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok, Kamis (21/9/2023).

Henggar mengakui harga beras memang sedang tinggi sejak beberapa pekan terakhir. Namun menurutnya hal itu tidak masalah. Pihaknya, melakukan intervensi dengan menggelar pasar murah setiap pekan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang).

”Memang ada kenaikan, tapi tidak masalah. Untuk intervensi setiap hari Jumat kita melakukan jual harga pokok di Ketapang. Beras, gula, minyak goreng. Untuk kebutuhan yang lain bawang merah putih masih stabil,” kata Henggar.

Dalam sidak itu, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhitama, Dandim Pati Letkol Inf Catur Irawan dan jajaran Forkopimda lainnya ikut melakukan sidak di dua pasar. Yakni Pasar Sleko dan Pasar Puri.

”Kita cek kebutuhan masyarakat, Beras harganya bervariasi Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu. Premium Rp 15 ribu. Lombok masih di bawah (aman), telur Rp 25 ribu per kg dan gula ada kenaikan,” ujar Henggar.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pati Hadi Santoso menilai meskipun harga beras sedang tinggi, namun hal itu dinilai masih wajar.

”Memang ada beberapa harga yang naik dalam satu bulan terakhir ini. Seperti beras, tapi masih dalam batas kewajaran. Medium di kisaran pedagang ini Rp 12.500-13 ribu per kg. Di eceran mungkin lebih dari itu. Untuk beras premium biasanya di jual minimarket-supermarket sekitar Rp 15 ribu per kg,” tutur Hadi.

Menurutnya, tingginya harga beras dipengaruhi oleh produksi, permintaan dan biaya-biaya lainnya timbul. Seperti biasa transportasi dan sebagainya.

”Kalau beras memang luas panen tiga bulan ke depan berkurang karena kekeringan. Jadi ada kenaikan harga,” pungkas dia.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar