Rabu, 28 Februari 2024

Polresta Pati Dalami Video Viral Pemuda Konvoi Pakai Sajam

Umar Hanafi
Jumat, 22 September 2023 17:00:00
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Pati Iptu Wahyu Hardiana ditemui Murianews.com, Jumat (22/9/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Sebuah video kelompok pemuda konvoi pakai senjata tajam (sajam) yang diduga terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, viral di dunia maya. Polresta Pati saat ini sibuk mengalami video tersebut.

Video berdurasi 17 detik itu beredar di media sosial sejak awal pekan ini. Dalam video itu segerombolan pemuda melakukan konvoi dengan sepeda motor. Beberapa di antaranya mengayun-ngayunkan senjata tajam jenis celurit. Diduga kejadian itu berlangsung di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Pati Iptu Wahyu Hardiana mengaku sudah mendapatkan laporan terkait video itu. Namun pihaknya belum bisa memastikan. Kepolisian masih mendalami video tersebut.

”Terkait video itu untuk sekarang belum bisa kami konfirmasi. Apakah di Pati atau tidak masih terus kami cari. Termasuk penelusuran lewat media sosial,” kata Iptu Wahyu ditemui Murianews.com di Polresta Pati, Jumat (22/9/2023).

Pihaknya juga membuka call center kepada masyarakat untuk menanggulangi kejahatan malam. Bila masyarakat mengetahui informasi terkait kejahatan malam maupun kejahatan lainnya, mereka diminta melaporkan ke Polresta Pati.

Call center itu yakni 110 atau nomor WhatsApp Kapolresta Pati 081392276501. Dirinya berharap masalah ini dapat teratasi segera. Sehingga masyarakat kembali merasa aman beraktivitas malam hari.

Beredarnya video yang menampilkan para pemuda pawai senjata sempat membuat salah satu warga Pati Kota, Sugik (35) resah. Sugik yang setiap membuka angkringan merasa was-was kejadian tersebut berimbas kepada dagangan maupun keselamatannya.

Ketakutan Sugik bukan tanpa alasan. Jauh sebelum ini dirinya mengaku sempat menyaksikan pembacokan serupa secara langsung.

”Apalagi ini kegiatan balap liar kembali marak, jadi takutnya seperti yang dulu terulang lagi. Ada tawuran ada pembacokan. Semoga saja tidak ada lagi,” kata Sugik.

Editor: Dani Agus

Komentar