Jumat, 23 Februari 2024

Sopir Asal Pati Dianiaya hingga Patah Tulang, Pelaku Masih Bebas

Umar Hanafi
Selasa, 26 September 2023 13:52:00
Sukirno saat dijenguk anggota PSP beberapa waktu lalu. (Murianews/PSP Pati)

Murianews, Pati – Nasib nahas dialami seorang sopir asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sukirno. Ia dianiaya seseorang hingga mengakibatkan patah tulang di Jalan Pantura Juwana-Pati, beberapa waktu lalu. Namun pelaku masih bebas. 

Ketua Paguyuban Sopir Pati (PSP) Muhammad Sohibul Anam mengungkapkan penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (10/9/2023) lalu.

Penganiayaan itu bermula saat truk yang dikendarai Sukirno bersenggolan dengan sesama truk di jembatan memasuki wilayah Juwana.

Akibat insiden tersebut, spion kendaraan korban pecah dan patah. Sukirno kemudian mengejar truk pelaku untuk minta pertanggungjawaban. Hingga akhirnya truk pelaku terjebak macet di sekitar Hotel dan Resto Antiek yang berada di Jalan Pantura Juwana-Pati.

Setelah itu, Sukirno turun dari truk dan menghampiri pelaku untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraannya tersebut. Namun pelaku yang tidak diketahui indentitasnya itu langsung melakukan penganiayaan. 

”Saat diminta turun untuk berembug. Tanpa ngomong pelaku langsung turun dan memukuli pak Sukirno menggunakan besi,” terang Anam, Selasa (26/9/23).

Setelah korban kesakitan akibat dipukul besi, lanjut Anam, pelaku kemudian melarikan diri. Dengan tenaga yang tersisa, korban bertahan untuk mencari pertolongan. Ia mencoba mengendarai truknya ke sebuah rumah sakit di Pati Kota.

”Ia kemudian ke rumah sakit Soewondo Pati dengan mengendarai truknya sendiri. Sampai depan rumah sakit dan saat turun dari truk menuju IGD, Sukirno jatuh tersungkur. Tak sadarkan diri. Kemudian setelah diperiksa tulang tangannya patah dan kepala jahitan 15 lebih,” sebut dia.

Sehari setelah penganiayaan tersebut, korban yang didampingi PSP kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Juwana. Namun hingga saat ini, belum ada kabar lanjutan dari laporan penganiayaan tersebut.

”Karena saat kejadian tidak ada saksi. Sukirno juga tidak kenal pelakunya dan tidak sempat melihat plat nomor kendaraan pelaku,” ujar Anam.

Pihaknya berharap agar pihak kepolisian segera mencari pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. PSP meminta pihak Polsek Juwana mencari CCTV yang berada di dekat lokasi kejadian untuk menelusuri kendaraan dan identitas pelaku.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Juwana, Ipda Moh Sayfudin mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut. Pihaknya juga mengaku masih belum mendapatkan petunjuk yang jelas.

”Belum ada perkembangan sama sekali. Soalnya penunjuknya minim. CCTV yang mengarah ke lokasinya tidak ada. Kami juga sudah cek di lapangan,” jawab Ipda Moh Sayfudin. 

Editor: Supriyadi

Komentar