Jumat, 1 Maret 2024

Sarbumusi Pati Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Sopir

Umar Hanafi
Rabu, 27 September 2023 14:24:00
Pengurus Sarbumusi Pati saat melakukan pertemuan dengan anggota (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan sopir di Juwana, beberapa waktu lalu. Mengingat kasus penganiayaan ini sudah bergulir selama 2 pekan lamanya.

”Ini kasusnya kan sudah 15 hari lebih. Dari Polsek Juwana tidak ada kabar berita perkembangannya. Saya mohon kepada pihak terkait untuk mengurus kasus ini sungguh-sungguh,” tegas Ketua DPC Sarbumusi Pati, Husaini, Rabu (27/9/2023).

Pihaknya menyebut, konflik di jalanan berpotensi terjadi jika kasus penganiayaan tersebut tidak segera ditangani serius. Mengingat sebelumnya, para teman korban hendak melakukan sweping sopir-sopir di Pantura Juwana-Pati.

”Mereka mengetahui kendaraan yang dikendarai sopir yang menyerang pak Sukirno berasal dari perusahaan tertentu yang kawan-kawan PSP (Paguyuban Sopir Pati) cukup familier,” terangnya.

Mereka juga mengetahui kendaraan pelaku penganiayaan tersebut. Pelaku menggunakan kendaraan salah satu perusahaan. Bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan para sopir Pati bertindak sendiri.

Diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada 10 September 2023 lalu. Kasusnya bermula saat truk yang dikendarai Sukirno bersenggolan dengan sebuah truk di Jembatan Juwana.

Akibat insiden tersebut, spion kendaraan korban pecah dan patah. Lantas Sukirno mengejar truk pelaku untuk minta pertanggungjawaban. Hingga akhirnya truk pelaku terjebak macet di sekitar Hotel dan Resto Antiek yang berada di jalan Juwana menuju Pati.

Setelah itu, Sukirno turun dari truk dan menghampiri pelaku untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraannya tersebut. Namun pelaku yang tidak diketahui indentitasnya itu langsung memukul korban menggunakan sebatang besi.

Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka yang serius. Tulang tangan patah dan kepala korban dijahit setelah diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati.

”Hingga hari ini Bapak Sukirno masih belum bisa bekerja. Karena tulang tangan kiri disekitar siku patah atau pecah akibat dikepruki pakai besi oleh sopir yang hingga kini belum ditemukan,” pungkasnya.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar