Jumat, 23 Februari 2024

Kekeringan di Pati Meluas, 100 Ribu Jiwa Terdampak

Umar Hanafi
Selasa, 3 Oktober 2023 13:37:00
PWI Pati menyalurkan air bersih di Kecamatan Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2023). (Murianews/PWI Pati)

Murianews, Pati – Kekeringan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terus meluas. Hingga saat ini, sudah ada 70 desa lebih yang terdampak kekeringan. Akibatnya, lebih dari 100 ribu jiwa terdampak kekeringan eskrim dan butuh bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prastyo mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati. Selain itu, puluhan desa tersebut tersebar di sepuluh kecamatan dan kebanyakan berada di wilayah Pati bagian selatan.

”Sekitar 106 ribu jiwa terdampak kekeringan hingga akhir September 2023. Mereka tersebar di 10 kecamatan,” katanya.

Kesepuluh kecamatan itu yakni, Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.

”Kita sudah melakukan droping ke lebih 70 desa yang tersebar 10 kecamatan yang mengalami kekeringan,” imbuh Pejabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Selasa (3/10/2023).

Sementara berdasarkan data Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Pati, kekeringan di Kabupaten Pati sudah merembet ke 12 kecamatan.

Selain sepuluh kecamatan yang disebutkan BPBD, kekeringan juga sudah sampai ke Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Trangkil.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Polresta Pati, LPBI NU Kabupaten Pati, Lazismu, PWI Kabupaten Pati dan beberapa instansi lainnya sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

”Ada 561 tangki air bersih yang kita (Pemkab) bagikan, Polres sudah 200 tangki dan belum relawan lainnya. Untuk semua desa isya Allah sudah (pernah) dapat bantuan air bersih,” kata Henggar.

Kekeringan di Kabupaten Pati ini terjadi sejak bulan Juli 2023 lalu. Kemarau panjang membuat sumber air di puluhan desa mengering. Sejumlah warga bahkan terpaksa membeli air galon untuk mandi dan kebatuhan rumah tangga mereka.

Kecamatan yang paling parah mengalami kekeringan yakni Kecamatan Pucakwangi dengan sekitar 14 desa mengalami kekeringan, Jakenan dengan 12 desa dan Jaken sekitar 11 desa.

Editor: Supriyadi

Komentar