Jumat, 1 Maret 2024

13 Jam Terjebak Macet di Pati, Bus asal Kudus Gagal ke WBL

Umar Hanafi
Kamis, 16 November 2023 12:22:00
Bus wisata asal Kudus, Jawa Tengah, Erika Jaya terjebak kemacetan Jalan Pantura Pati-Rembang. (Murianews/Istimewa) 

Murianews, Pati – Bus wisata asal Kudus, Jawa Tengah, Erika Jaya terancam gagal berwisata di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Pasalnya, mereka terjebak kemacetan Jalan Pantura Pati-Rembang, tepatnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati selama lebih dari 13 jam. 

Bus rombongan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu masuk dari JLS Pati pada Rabu (15/11/2023) malam kemarin. Hingga Kamis (16/11/2023) pagi, bus itu masih terjebak macet. 

”Rombongan MI dari Loram Kudus. Ini mau ke WBL Lamongan. Masuk Jalan Lingkar Selatan sejak jam 19.00 WIB malam kemarin. Sampai saat ini masih di lingkar. Jadi sudah 13 jam,” ujar sopir bus Kato. 

Biasanya, meski jalanan macet, ia tak sampai membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 13 jam untuk sampai Lamongan. Namun lantaran kemacetan parah terjadi, ia membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk sampai ke Lamongan. 

Wisata ke WBL pun terancam gagal. Ia pun berniat mencari wisata alternatif untuk mengganti wisata WBL tersebut. 

”Gimana lagi. WBL kan ada jam terbatasnya untuk tiketnya. Kita harus cari jalan alternatif lainnya. Kalau berangkat sore, pagi biasanya sudah sampai. Ini rencana mau cari wisata alternatif lainnya.” kata dia. 

Diketahui, kemacetan panjang terjadi di Jalan Pantura Pati-Rembang. Kemacetan sudah terasa di Jalan Lingkar Selatan Pati. Kendaraan memadati jalan tersebut. 

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kemacetan ini sampai ke Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. 

Kemacetan terjadi lantaran adanya perbaikan jalan di kilometer (KM) 91-93 Semarang. Tepatnya, Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Hujan yang menguyur Kabupaten Pati pada Rabu (15/11/2023) kemarin memperparah kemacetan. 

Hujan membuat tanah di bahu jalan amblas. Padahal, bahu jalan itu biasanya digunakan untuk kendaraan melintas. 

Editor: Supriyadi

Komentar