Rabu, 28 Februari 2024

UMK Pati Diusulkan Naik Rp 80 Ribu, Jadi Rp 2.190.000

Umar Hanafi
Jumat, 17 November 2023 14:06:00
Pekerja perusahaan konvensi di Kabupaten Pati sedang bekerja. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pati bersama dengan Dewan Pengupahan Daerah mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati tahun 2024 mendatang naik 0,25 persen atau Rp 82.303 . Dengan begitu, UMK Pati naik menjadi Rp 2.190.000 pada tahun depan.

Usulan itu keluar setelah Dewan Pengupahan menggelar sidang penetapan jumlah besaran UMK tahun 2024 pada Kamis (16/11/2023) kemarin. Dalam persidangan itu pengusaha maupun serikat buruh tarik ulur usulan UMK.

Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto mengatakan pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan alpha sebesar 0,10. Sedangkan serikat pekerja mengusulkan 0,30. 

”Kemarin sudah diterbitkkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 untuk penyesuaian formula rumusan. Usulan indeks tertentu (alpha) dari Apindo 0,10, sedangkan dari pekerja 0,30,” ujarnya, Jumat (17/11/2023). 

Pihaknya pun mengambil jalan tengah. Dewan Pengupahan akhirnya menyepakati alpha sebesar 0,25. Hal ini membuat UKM Kabupaten Pati diusulkan naik sekitar Rp 82 ribu dibandingkan tahun lalu. 

UMK Pati pada tahun depan diusulkan menjadi Rp 2.190.000. Sementara UMK pada tahun 2023 ini ditetapkan Gubernur Jawa Tengah sebesar Rp 2.107.697 pada akhir tahun lalu. 

Usulan kenaikan ini akan disampaikan kepada pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro. Pada akhir November 2023 ini, Pemprov Jateng bakal menetapkan bersama UMK kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut. 

”Sehingga UMK kita jadinya naik di 2024, naiknya Rp 82.303 sehingga tahun ini Rp 2.107.697, lalu menjadi 2.190.000. Untuk penentuan nanti akan dirilis oleh Gubernur dari rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kabupaten,” ungkapnya. 

Ia pun berharap usulan kenaikan UMK pada tahun 2024 bisa diterima. Dengan demikian, daya beli masyarakat semakin meningkat dan produk perusahan akan diserap. Jika serapan produk tinggi, maka penyerapan lowongan pekerjaan juga naik. 

”Yang penting ada kenaikan sehingga meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk, sehingga produk perusahaan itu diserap, jika serapan produk tinggi maka penyerapan loker tinggi,” pungkas dia.

Editor: Supriyadi

Komentar