Senin, 4 Maret 2024

Cegah Miskomunikasi, PWI Pati Beri Wejangan Panwaslu

Umar Hanafi
Senin, 20 November 2023 17:19:00
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati Moch Noor Effendi saat menjelaskan tentang Strategi Komunikasi di Masa Kampanye. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Puluhan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) di Kabupaten Pati mendapatkan wejangan dari PWI Pati (Persatuan Wartawan Indonesia Pati), Senin (20/11/2023). Ini dilakukan untuk mencegah miskomunikasi dengan masyarakat.

Para Panwaslucam mengikuti Strategi Komunikasi di Masa Kampanye di Aula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati. Acara yang diinisiasi Bawaslu Pati ini diharapkan membuat Panwaslucam semakin komunikatif.

”Melalui bahasa publikasi yang benar, kami berharap dapat menampilkan informasi dengan baik di media sosial dan ruang informasi publik lainnya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Ketua Bawaslu Pati Supriyanto.

Ketua PWI Pati Moch Noor Effendi saat menyampaikan materi mengungkapkan, komunikasi yang baik perlu dibangun setiap Panwaslucam di Kabupaten Pati. Menurutnya, mereka bisa memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fendi juga menilai perlunya menggunakan kaidah jurnalistik dalam menyampaikan informasi. Hal ini membuat Bawaslu tidak terkesan serampangan dalam menyampaikan informasi.

”Artinya kaidah jurnalistik ini merujuk kepada basis data yang digunakan,” terang Fendi.

Menurutnya, problem komunikasi masih banyak ditemukan di beberapa lembaga pemerintah di Pati. Seperti penggunaan bahasa tidak baku hingga minimnya data masih sering berseliweran.

Padahal, lanjut Fendi selama ini keberadaan lembaga pemerintah selalu menjadi rujukan bagi setiap orang. Sehingga perlu memberi informasi secara komunikatif dengan menampilkan proses hingga data mengenai kerja mereka.

”Berikan informasi yang ringan, detail tetapi tidak mengurangi formalitasnya dan informasinya,” kata Fendi.

Fendi juga mengingat kerja publikasi dalam lembaga pemerintah harus dibarengi tersedianya kanal resmi. Selain memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, ruang publikasi resmi dinilai lebih menjangkau banyak orang.

Kesadaran pengggunan kanal ini harus didorongan lebih keras. Mengingat fenomena yang terjadi, para petugas punya kecenderungan mengunggah kerja mereka dalam status media sosial pribadi daripada kanal resmi.

”Padahal ketika menggungah di media sosial atau status Whatsapp mempunyai ruang yang sangat terbatas,” pungkas Fendi.

Editor: Budi Santoso

Komentar