Rabu, 21 Februari 2024

TBC Anak di Pati Tinggi, 476 Orang Terjangkit

Umar Hanafi
Selasa, 28 November 2023 17:00:00
Konferensi Pers Penanggulangan TBC di Hotel Safin, Selasa (28/11/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Angka Tuberculosis alias TBC anak di Kabupaten Pati tergolong tinggi. Setidaknya 476 anak terjangkit penyakit ini pada tahun 2023. Angka ini lebih tinggi dari pada tahun 2022 lalu. 

Pada tahun 2022 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mendapati 389 anak mengidap penyakit menular ini. Angka ini juga lebih tinggi daripada target temuan Dinkes Pati. 

Kepala Dinkes Pati dr Aviani Tritanti Venusia mengatakan pihaknya menargetkan mendapati TBC anak sebanyak 210 kasus pada tahun 2022 dan 233 kasus pada tahun ini. 

”Capaian 185 persen TBC anak itu memang pada tahun 2022 ya dengan target 210 dan capai 389 kasus. Tahun 2023 ini kita menarget menemukan 233 pasien anak, tapi capaiannya mencapai 476 pasien,” katanya dalam Konferensi Pers Penanggulangan TBC di Hotel Safin, Selasa (28/11/2023). 

Ia mengungkapkan pihaknya menemukan ratusan anak ini menghidap TPC setelah para pengidap penyakit ini melakukan cek kesehatan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Mereka diduga mengidap penyakit ini setelah kontak dengan orang dewasa yang penderita TBC lainnya. Baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal mereka.

”Banyaknya penemuan pasien anak ini dikarenakan sekarang ini, dokter anak semakin banyak. Baik di RS swasta maupun rumah sakit milik pemerintah. Puskesmas pun dokter umumnya banyak. Kemungkinan angka TBC di masyarakat yang tak terdeteksi juga banyak,” tutur dia. 

Maka dari itu, ia berharap adanya sinergitas antara masyarakat, organisasi sosial dan tenaga kesehatan untuk menemukan kasus-kasus TBC. Seperti yang dilakukan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Pati yang rutin melakukan pendampingan dan screening kepada penderita TBC. 

Pihaknya juga giat melakukan screening di sekolahan, pondok pesantren hingga perusahaan untuk menemukan kasus TBC baru. Dengan banyaknya penemuan, diharapkan adanya penanganan medis, sehingga angka meninggal akibat penyakit ini semakin turun. 

”Bidan desa juga kita minta untuk melakukan pendampingan. Meskipun ini juga tugas tambahan bidan desa. Melakukan edukasi ke masyarakat,” tandasnya. 

Sementara itu, perwakilan Koalisi Organisai Profesi Dokter Tuberculosis (Kopi TB) dr Yoseph mengatakan perlu peran dari orang tua, keluarga agar anak terlindungi dari penyakit ini. 

”Lantaran penyakit ini menular melalui dropet, diharapkan untuk orang tua untuk menjauhkan anak dari orang yang mengidap penyakit ini. Meskipun, bagi yang daya tahan tubuhnya baik maka dia tidak terkena penyakit ini,” imbuh dia. 

Editor: Supriyadi

Komentar