Rabu, 21 Februari 2024

Musim Hujan Tiba, 220 Desa di Pati Berpotensi Banjir

Umar Hanafi
Kamis, 30 November 2023 17:15:00
Kondisi banjir di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus pada musim hujan lalu. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Sebanyak 220 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berpotensi terpendam banjir pada musim hujan akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024. Saat ini pihak BPBD masih melakukan inventarisasi supaya bencana tersebut bisa diminimalisir.

Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, dari data yang dimiliki 220 desa tersebut tersebar di 15 kecamatan. Hanya saja, risiko tersebut terbagi dua, yakni sedang dan tinggi.

”Rinciannya, 130 dengan resiko sedang dan sebanyak 90 desa memiliki resiko tinggi,” katanya, Kamis (30/11/2023).

Ia menyebutkan, risiko banjit tersebut mulai dari Kecamatan Batangan (18 desa), Dukuhseti (10 desa), Gabus (24 desa), Jaken (2 desa), Jakenan (19 desa) dan Juwana (29 desa). 

Kemudian Kecamatan Kayen (9 desa), Margorejo (14), Pati (22 desa), Sukolilo (9 desa), Tayu (16 desa), Trangkil (10 desa), Wedarijaksa (15 desa) dan Winong (13 desa) yang memiliki potensi banjir. 

Jumlah tersebut kemungkinan terus bertambah. Mengingat kondisi dua pegunungan di Pati mulai rusak akibat alih lahan serta pertambangan yang kian masif. 

”Sebenarnya berdasarkan peta wilayah ada beberapa daerah mestinya aman, tetapi kemudian tambah akibat kerusakan di Gunung Muria dan Kendeng,” ujar Martinus. 

Martinus mencontohkan Kecamatan Margoyoso yang berada di daerah hilir. Ia menyebut kecamatan itu terhitung aman dari jangkauan banjir pada beberapa tahun lalu. Namun semenjak tangkapan air di wilayah Pegunungan Muria, rusak beberapa desa mulai terendam air pada musim hujan di tahun 2022 lalu. 

”Terbukti seperti Desa Bulumanis Kidul dan Desa Cibolek tahun kemarin terkena banjir,” ujar Martinus. 

Martinus pun berharap pencegahan resiko bencana di Kabupaten tidak hanya dilakukan perorangan atau lembaganya saja. Diharapkan masyarakat semakim sadar untuk mengurangi bencana banjir yang ada di Kabupaten Pati saat ini. 

Ia juga berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai. Meski hanya bukan solusi jangka panjang, langkah itu dianggap dapat meminimalisir pengurangan resiko bencana yang terjadi. 

Editor: Supriyadi

Komentar