Jumat, 23 Februari 2024

Ojek Kambing di Kudus Ini Siap Antarkan Hewan Kurban ke Tujuan

Vega Ma'arijil Ula
Senin, 19 Juni 2023 14:42:33
Ojek kambing di Pasar Hewan Ternak Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)
Murianews, Kudus – Sebagian masyarakat Kudus, Jawa Tengah memanfaatkan momen Hari Raya Iduladha untuk menawarkan jasanya. Salah satunya menjadi tukang ojek kambing. Mereka kerap dijumpai di pasar hewan saat musim Kurban tiba. Para tukang ojek kambing ini akan menawarkan jasanya. Yakni, mengantarkan kambing yang dibeli ke rumah si pembeli. Salah satu yang menggeluti jasa ini adalah Sarimin. Warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu sudah lima tahun terakhir ini menjalani kegiatan itu. ”Setiap ada acara pasaran (kliwon, red) saya selalu datang di Pasar Hewan Ternak Gulang, Kecamatan Mejobo sambil nunggu orderan kambing untuk diantar ke rumah pembeli,” katanya, Minggu (18/6/2023). Baca: Pasar Hewan di Kudus Diperiksa Jelang Kurban, Ini Hasilnya Saat menjalani profesi itu, Sarimin menggunakan motor Honda Supra. Kemudian, motor tersebut dikaitkan dengan gerobak untuk mengangkut kambing. Dengan gerobak yang dikaitkan ke motornya itu, Sarimin biasa mengangkut tiga ekor kambing. Tapi, tak jarang pula ia mengangkut sampai empat ekor kambing meski pun salah satunya ditumpuk. Sarimin biasa mangkal di Pasar Hewan Gulang setiap pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Dalam sehari, dia biasa mendapati dua sampai tiga kali orderan ojek kambing. ”Dalam sehari bisa mendapatkan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Kalau bisa sampai tiga kali angkut bisa dapat Rp 250 ribu,” sambungnya. Saat ini, orderan ojek kambing masih belum ramai. Ia mengatakan, orderan akan makin ramai saat mendekati Iduladha. ”Mendekati hari H biasanya semakin ramai. Kalau sedang ramai biasanya bisa bawa pulang uang Rp 250 ribu,” terangnya. Baca: Ponpes Darul Quran Nurul Abidin Kudus Kurban 19 Kambing dan Tiga Kerbau Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Biasanya, Sarimin mengantarkan kambing ke beberapa daerah di area Kota Kretek. Di antaranya ke Desa Gulang, Desa Payaman, Desa Jepangpakis. Namun, ia akan menolak jika harus mengantarkan hingga ke luar Kabupaten Kudus. Ia mengaku tak menyanggupi itu karena terlalu jauh. Sarimin mengatakan, profesi itu dijalaninya agar tetap produktif. Sebab, usianya sudah tak lagi muda, yakni 60 tahun. Dirinya pun tetap ingin menjalani profesi sebagai ojek kambing. ”Ke depannya tetap menjalani profesi ini. Dari pada di rumah tidak ada kegiatan malah bosan,” imbuhnya.   Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkini