Rabu, 28 Februari 2024

Tata Letak Kudus Era Belanda Dibuat Kelas Sosial, Ini Gambarannya

Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 21 September 2023 20:14:00
Bangunan SMP 2 Kudus di Jalan Jenderal Sudirman Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)

Murianews, Kudus – Tata letak kota di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah saat masa kolonial Belanda dibuat menjadi kelas sosial. Lantas benarkah bentuknya menyerupai salib?

Sejarawan asal Kudus, Agus Susanto mengatakan, tata letak kota Kudus dibagi-bagi oleh Belanda di masanya. Dia menjelaskan, kawasan timur Alun-alun Simpang Tujuh menjadi kawasan orang-orang Belanda.

”Lanskap kota Kudus saat zaman Belanda itu menempatkan jalan Jenderal Sudirman sampai PG Rendeng sebagai rumah dinas, gereja, perkantoran Belanda, dan tempat hiburan yang memang dibuat jadi satu blok,” katanya, Kamis (21/9/2023).

Agus menjelaskan, tata kota tersebut sudah dirancang sedemikian sejak zaman Herman Willem Daendels. Di Jalan Jenderal Sudirman itu juga terdapat sekolah pertama Belanda di tahun 1860 yang sekarang menjadi SMPN 2 Kudus.

Dia menyampaikan, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menuju ke timur kawasan Pabrik Gula Rendeng banyak bangunan rumah Belanda. Selain itu juga terdapat gereja.

”Di zaman itu kantor asisten residen ada di gedung Ngasirah (sekarang, red). Itu sekitar tahun 1830-an,” sambungnya.

Agus melanjutkan, tata letak tersebut memang sengaja dibuat tertata untuk menunjukkan kelas sosial. Hal ini juga berlaku untuk Alun-alun Simpang Tujuh ke arah barat yang dihuni orang Islam pribumi.

”Sebelah barat Jembatan kali gelis dihuni orang Kudus kulon asli,” terangnya.

Selanjutnya, untuk kawasan Alun-alun ke selatan, menurut Agus merupakan kompleks bagi orang-orang Cina. Salah satunya yang sekarang menjadi foodcourt Aksara (sebelumnya merupakan Omah Mode, red) dulunya dihuni orang Tionghoa.

”Bangunan yang sekarang menjadi foodcourt Aksara atau yang dulu Omah Mode itu ditempati pejabat Belanda yang merupakan etnis Cina yang ditugaskan mengomando kompleks pecinan,” ungkapnya.

Dia menyimpulkan, titik dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ketika ditarik ke timur, barat dan selatan akan berbentuk seperti simbol. Simbol tersebut berbentuk salib.

”Kalau dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ditarik ke timur, barat, dan selatan akan berbentuk seperti salib,” imbuhnya.

Editor: Dani Agus

Komentar