Rabu, 21 Februari 2024

Penjualan Golok-Golok Mentok di Kudus Lesu

Vega Ma'arijil Ula
Senin, 25 September 2023 18:16:00
Perajin golok-golok mentok di Kudus. (Murianews/Vega Maarijil Ula)

Murianews, Kudus – Penjualan golok-golok mentok di Kabupaten Kudus lesu, Senin (25/9/2023). Ratusan hingga ribuan stok masih menggunung di penjual maupun perajinnya.

Padahal, saat ini sudah mendekati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati pada Kamis (28/9/2023). Golok-golok mentok biasa digunakan untuk tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kudus.

Sunzaina, penjual golok-golok mentok di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, mengatakan, tahun ini, ia kulakan lima ribu buah golok-golok mentok. Dari jumlah itu, baru terjual dua ribu saja.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah itu penjualannya jauh lebih sedikit. Tahun lalu, penjualan golok-golok mentok ditempatnya selalu hampir habis jelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Kurang begitu tahu penyebabnya karena apa tetapi memang tidak semua sekolah merayakan peringatan mauludan menggunakan golok-golok mentok. Ada yang menggunakan plastik biasa diisi jajanan,” katanya, Senin (25/9/2023).

Tahun lalu, ia sampai kewalahan melayani pesanan golok-golok mentok. Sedangkan tahun ini justru lebih sepi.

Meski sepi pesanan, dirinya mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab, sisa golok-golok mentok dapat disimpan untuk tahun depan.

”Misalnya tidak habis, sisa golok-golok mentok saya bungkus plastik untuk disimpan dan saya jual lagi di tahun depan,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Sunti, perajin dan penjual golok-golok mentok di Jepang, Kecamatan Mejobo Kudus. Ia mengatakan, jelang peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun ini baru 100 buah golok-golok mentok yang dijualnya.

”Mulai menjual golok-golok mentok sejak tiga hari yang lalu. Sejauh ini baru terjual 100 pcs. Harga per pcs-nya Rp 1500,” katanya, Senin (25/9/2023).

Ia pun mengeluhkan sepinya penjualan golok-golok mentok. Penghasilan Sunti yang hanya mampu membuat 30 buat golok-golok mentok setiap hari itu pun jadi tak menentu.

”Penghasilannya ya tidak tentu. Tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Sekarang penghasilan jualan golok-golok mentok hanya Rp 30 ribu sehari,” sambungnya.

Menurutnya, membuat golok-golok mentok tersebut tidaklah mudah. Ia harus membeli bambu terlebih dahulu, kemudian memotong menjadi potongan lebih kecil dan siap dianyam.

Tidak berhenti di situ, dia harus mewarnai bambu tersebut terlebih dahulu. Kemudian, dirinya mulai menganyam satu per satu helai bambu yang sudah dipotong.

Meski sepit, Sunti tetap memproduksi sampai berakhirnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di luar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sunti kembali produksi ekrak dari bambu.

”Setelah mauludan ya nanti kembali bikin ekrak lagi,” imbuhnya.

Kepala SD 2 Kaliputu, Maskat yang saat itu sedang membeli golok-golok mentok mengaku memesan 120 buah. Ia membelinya untuk melestarikan tradisi Maulid Nabi yang diselenggarakan di sekolahnya.

”Beli golok-golok mentok untuk melestarikan tradisi Maulid Nabi yang diselenggarakan Rabu (27/9/2023). Tujuannya membangun karakter anak agar menjadi pribadi religius,” imbuhnya.

 

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar