Senin, 4 Desember 2023

Cerita Mbah Daini, Sisihkan Hasil Jualan Pisang di Kudus untuk Haji

Yuda Auliya Rahman
Senin, 29 Mei 2023 18:26:07
Mbah Daini penjual pisang berusia 72 tahun yang berangkat haji dari hasil menabung puluhan tahun (Murianews/Yuda Auliya Rahman)
Murianews, Kudus – Mbah Daini, nenek 72 tahun menjadi salah satu calon haji asal Kabupaten Kudus yang berangkat tahun ini. Warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu sudah merindukan waktu keberangkatannya itu.

Bagaimana tidak, mbah Daini sudah menabung untuk ibadah haji sejak 1980-an. Ia yang merupakan penjual pisang rela menyisihkan sedikit demi sedikit hasil jualannya untuk beribadah haji.

Mbah Daini dipastikan berangkat haji pada pertengahan Juni 2023 ini bersama seribuan calon haji Kudus lainnya.

Baca: Lima Jemaah Haji Embarkasi Solo Tertunda Berangkat ke Tanah Suci, Ini Sebabnya

Memang mbah Daini sudah lama ingin beribadah haji. Ia kemudian tekun menabung. Sedikit hasil dari berjualan pisang di Pasar Brayung, Mejobo, Kudus,  ia sisihkan untuk menabung setiap harinya.

’’Enggih sitik-sitik (iya sedikit-sedikit), Rp 20 ribu, Rp 30 ribu mbendinten (setiap harinya). Mpun dangu sadean (sudah lama jualan), pukul 6 sampai pukul 10 pagi naik sepeda untuk jualan di Pasar Brayung,’’ katanya, Senin (29/5/2023).

Pada 2012, Daini kemudian menggunakan tabungannya itu untuk mendaftar haji. Setelah itu, Daini makin semangat nabung untuk melunasi biaya haji agar bisa diberangkatkan.

Daini menceritakan, proses menabungnya itu tak mulus seperti harapannya. Saat itu, Daini mulai menitipkan tabungannya itu pada salah satu lembaga pada 2000 lalu. Dalam prosesnya berjalannya waktu ia menabung, uangnya sekitar Rp 8 juta hilang dibawa kabur.

Baca: Menag Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Kertajati

Meski sempat dikembalikan, namun sampai saat ini masih ada kekurangan sekitar Rp 2 juta yang belum dikembalikan. Walau begitu, mbah Daini tetap semangat menabung dan menitipkan kembali tabungannya ke lembaga keuangan yang lebih besar.

’’Ngantos niki tasih ilang Rp 2 juta mboten dingehno (saat ini masih hilang Rp 2 juta tidak dikembalikan). Bar niku (setelah itu) pindah tak titipke tetangga tabungannya di bank yang lebih besar,’’ ujarnya.

Tak sampai di situ, keberangkatan nenek Daini untuk beribadah haji juga sempat tertunda dua tahun akibat Pandemi Covid-19. Di mana, saat itu ibadah haji ditiadakan oleh pemerintah Saudi. Kemudian, adanya pembatasan belum dibolehkannya lansia berusia di atas 65 tahun.

Namun, halangan itu tak menyurutkan niat mbah Daini untuk berangkat haji. Ia pun senang ketika mendapat kuota diberangkatkan tahun ini.

Untuk mempersiapkannya, mbah Daini rela libur jualan pisang. Itu dia lakoni untuk mempersiapkan fisiknya agar tetap sehat dan fit saat keberangkatan nanti.

Baca: 5,7 Juta Box Makanan Khas Indonesia Disiapkan untuk Jemaah Haji

’’Enggih bungah, senang saget haji. Mugi-mugi diparingi sehat lancar. Niki urusan sedaten tak serahke ting anak-cucu (Ini urusan keberangkatan haji saya serahkan ke anak-cucu yang membantu bolak-balik),’’ ungkapnya

Sementara itu, Alina, cucu kedua Daini yang ikut mengurus keberangkatan haji, mengatakan dirinya dan seluruh keluarga ikut membantu melakukan berbagai persiapan untuk neneknya yang berangkat haji tahun ini. Memang semangat neneknya untuk berangkat haji sangat tinggi.

’’Mbah Daini sudah sekitar 70 tahunan semangat liar biasa, dan pengen haji dengan sungguh-sungguh,’’ ujarnya.

Pihak keluarga saat ini kerap mengajak nenek Daini untuk mempersiapkan diri berangkat haji dengan melatih fisik dengan jalan-jalan kecil diseputaran rumah secara rutin. Empat bulan terakhir, neneknya tersebut juga kerap mengikuti pertemuan manasik haji.

’’Nenek berangkat sendiri, keluarga sudah menitipkan nenek kepada pembimbing di KBIH untuk terus dijaga selama beribadah haji,’’ ucapnya.

https://youtu.be/ekqFkZi5z7A

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar