Rabu, 28 Februari 2024

Pelaku Pencabulan Anak di Kudus Divonis 10 Tahun Penjara

Yuda Auliya Rahman
Selasa, 5 September 2023 12:29:00
Ilustrasi vonis hakim. (Freepik)

Murianews, Kudus – Habib gadungan yang melakukan pencabulan anak perempuan di bawah umur di Kudus, Jawa Tengah divonis hukuman pidana 10 tahun penjara.

Vonis ini dilayangkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kudus pada sidang putusan yang digelar Rabu (16/8/2023). Pelaku diketahui berinisial IM yang bersatus sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kudus.

Dalam sidang di perkara nomor 66/Pid.Sus/2022/PN.Kds ini, dipimpin oleh Hakim Ketua Lanora Siregar, Hakim Anggota Rudi Hartoyo, dan Hakim Anggota Sumarna. Proses persidangan sudah bergulir sejak Rabu (24/5/2023) di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Kudus.

Humas Pengadilan Negeri Kudus Rudi Hartoyo mengatakan, majelis hakim menjatuhi vonis terhadap terdakwa sesuai dengan tuntutan jaksa. Di mana, terdakwa diputus untuk menjalani hukuman pidana penjara 10 tahun, denda Rp 100 juta subsider enam bulan pidana penjara.

”Dia dituntut berat jaksa dan majelis hakim mengamininya karena terdakwa itu ada saksi palsu dengan keterangan-keterangan tidak benar. Saksinya itu di setting oleh terdakwa,” katanya, Selasa (5/9/2023).

Meski demikian, menurutnya saat ini status hukum kasus pencabulan terdakwa yang mengaku habib ini belum berstatus inkrah. Pasalnya, setelah divonis hukuman dalam persidangan itu, terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Semarang.

”Berkas banding dikirimkan Senin (4/9/2023) kemarin,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan yang sudah bergulir beberapa kali terungkap sebuah fakta. Di mana, sebelum kejadian, terdakwa terlebih dulu melakukan kerjasama dengan orang tua korban.

”Terdakwa mengaku jika ada kerjasama itu berupa investasi. Tapi hasil tidak pernah diberikan orang tua korban,” jelas Rudi Hartoyo.

Karena hal itu, sambung dia, terdakwa yang mengaku jengkel kepada orang tua korban. Hingga akhirnya, munculah niat untuk mengelabuhi korban dengan mengaku sebagai habib.

Saat itu, terdakwa mengelabuhi orang tua korban dengan dalih putrinya terkena guna-guna dan harus segera diobati dengan diberikan benteng karomah yang dimilki terdakwa.

Hingga akhirnya, proses pengobatan terhadap korban yang saat itu masih berusia 12 tahun dilakukan di sebuah pengindapan di Kudus. Saat pengobatan, orang tuanya tidak diperbolehkan masuk kamar, hanya terdakwa dan korban yang diperbolehkan masuk kamar. Saat itulah terdakwa melakukan aksi bejatnya dengan mencabuli korban.

Editor: Dani Agus

Komentar